This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Tafakkur


tenggorokan kering karena kehausan
tak tergoda betapa nikmatnya segelas juice alvokado

jiwa telah ditafakkurkan sangat dalam
hingga raga yang tegap tersungkur ketanah
seperti tak hirau debu dan kotoran yang melekat padanya


bayangan indah tentang peri-peri cantik telah mengelilingi
kenikmatan syurgawi serasa terhembus hingga ke Qalbu
apalah guna raga ini tegak, sementara jiwa telah asyik masyuk bersamamu

School Based Management

Untuk mengetahui kesiapan Sekolah Mengiplementasikan SBM, Kesiapan Masyarakat dalam mendukung SBM
dan apa kendala yang dihadapi sekolah dan masyarakat dalam mempersiapkan Sekolah mengimplementasikan SBM, selengkapnya Silahkan Klik Disini

Rindu yang Melarut

Kelam
Dan juga keras...
Ketika ragaku ingin memeluk hangatmu
Ketika mataku ingin memandangi wajahmu

Aku harus tertahan
Oleh rindu yang melarut dalam mimpi
Mimpi yang membawaku menggapaimu

Tak pernah bisa ada
Rimdu yang melarut
Seperti rinduku padamu di alam sana

By: Amma O'Chem

Tinggallah Bersamaku

Bergetar rasa hati, melihatmu membalikkan badan
Menyanyikan syahdu lirih hatimu, kalbu teriris karena dendangmu

Pergi lalu engkau menuai derita
Untuk apa?
Tinggallah tetap bersamaku, Meski luka, tapi engkau tak sendiri

karenamu

delapan ratus depa langkah kaki terayun dan luka
tak sedikitpun ada nyeri meski darahnya menetes

tak hirau karena arah langkah menjemputmu

kerikil cadas hanya bayangan semu
mengatasi bayangan indah tentangmu. lalu lelah terbuang
meski badan telah bermandi peluh. harap sua denganmu nyata

karenamu tak sedikitpun aral jadi sandungan

Hikayat Kalbu 1

sesosok lelaki itu tanpa risih, menumpahkan air matanya
diselanya tangisan dengan ucapan-ucapan lirih, penanda suasana hatinya syahdu
mendengar kekasihnya tertawa lirih, bersama kekasih hatinya.
Lelaki selalu saja di identikkan dengan maskulin yang dipadankan dengan sikap yang tegas, garang, kokoh dan sebagainya. MEgawangi menafsirkan lelaki sebagai matahari yang selalu memancarkan ke-Angkuhan karena sinarnya yang terik. Lalu lelaki sarat dengan kekuasaan, menguasai, menindas tanpa ampun. Selalu lelaki berhadap-hadapan dengan doinasinya pada perempuan. Dan banyak lagi asumsi yang melekat pada lelaki.

Lebih sederhana lagi, lelaki identik dengan pemimpin, dalam segala lini. Ah. aku lalu teringat satu sifat jika lelaki terlalu identik dengan Egoisme. "Tak ada yang bisa kecuali lelaki". DAlam agama yang kufahami, lelaki selalu saja menempati tingkat lebih tinggi dibanding jenis kelamin lainnya. Lihatlah Khalifah dan bahkan nabi semuanya dari lelaki. ini jugalah yang membuat kaum wanita merasa selalu terpojokkan oleh domnasi lelaki.

Ada hal yang membuatku berdecak kagum. Betapa dominasi lelaki itu menjadi satu bumerang yang dahsyat terhadap wanita. Menjadikan wanita bekerja super keras untuk meruntuhkan dominasi itu. Lalu bukankah dalam sejarah perjalanan kehidupan ini, wanita selalu berada diantara lelaki. Kadang disebutkan bahwa "tidak ada satu kesuksesanpun dari seorang lelaki jika tidak ada Wanita hebat dibelakangnya. Tapi toh lelaki tetap ingin mendominasi keberhasilan itu.

Bukankah kita selalu menyaksikan bagaimana seorang wanita yang selalu tergantung pada kekuasaan lelaki. Hidupnya tergantung dari uluran tangan lelaki. Lelaki lalu menista wanita dengan semena-mena. Dan wanita dengan sungguh-sungguh berjuang menikmati penistaan itu dengan caranya.

Bukankah kita selalu menyaksikan bagaimana seorang lelaki bertekuk lutut pada kelembutan wanita. Kehidupan lelaki tergantung pada wanitanya. Tapi aku sekalipun tak pernah menyaksikan, wanita melakukan penistaan pada lelaki karena ketergantungannya.

Ah. ternyata aku selalu sependapat jika lelaki tak lebih seperti Matahari dan Wanita seperti Bulan. Matahari karena teriknya menerangi tapi terkadang teriknya membakar kulit hingga aku sekali-kali perlu berteduh. Lalu Bulan meski sinarnya temaram tapi aku tak perlu berteduh karena cahayanya.

Lalu aku selalu ingin melihat matahari lebih teduh sinarnya di siang hari. Seperti lelaki itu yang karena kesedihannya meneteskan air mata.

uak, Mei 11

Ponakanku yang Cantik

Terperangah. Itu mungkin yang sedang kurasakan. Saat aku tahu bahwa dalam kebisuanmu selama ini engkau telah menyimpan luka. Tak sedikitpun aku menyadarinya jika selama itu engkau merakit dukamu perlahan hingga membentuk kawah seperti kawah gunung merapi. Aku tak pernah sadar jika selama ini kawah itu akan meluapkan lahar panas yang akan menghanguskan apa saja yang dilewatinya. Aku tak pernah tahu jika suatu saat  aku akan menjadi tumbal agar kawah itu tak lagi aktif. Astagfirullah. Sebesar itukah kebencian yang telah engkau simpan lama dalam bathinmu. Serapi itukan engkau membungkusnya sehingga mata telanjangku tak kuasa memahaminya. Sejahat itukah aku yang tanpa sadar telah menanamkan benih-benih kebencian di dalam lubuk haitmu.

Berulang kali gadis itu mengucapkan kalimatnya. Sedikit membuat bulu kudukku berdiri. Kulihat Gadis itu perlahan meneteskan bulir-bulir air matanya. Ingin rasanya aku menghampirinya tuk sekedar membujuknya agar air matanya tidak tumpah. TApi terlambat. Tangisannya tumpah begitu saja, seperti tak hirau jika aku ada di dalam ruang yang sama.

Beberapa saat kemudian, kulihat gadis itu menyeka air matanya. Diusapkannya selembar tissue basah untuk mengeringkan air matanya yang terlanjur tumpah. SEsaat kemudian dia berdiri kemudian memperhatikan sekelilingnya beberapa saat. Saat itu kulihat kilatan maja jernihnya, membuat hatiku berdesir. Tiba-tiba dia menoleh ke arahku kemudian tersenyum. Wow...!!! manis sekali senyum itu. Gumamku dalam hati.

Aku lalu pura-pura menunddukan kepala seraya merapikan mejaku yang sedikit berantakan.  Belum lagi aku mengangkat kepalaku, tiba-tiba terdengar suara yang begitu lembut. "Om. dengan siapa?. aku tersentak lalu kulihat gadis itu sudah duduk di kursi disebelahku. Aku lalu berdiri menyalaminya. "Sendiri nanda" jawabku singkat. Beberapa saat kemudian, aku sudah terlibat pembicaraan dengannya. Sangat Asyik dan menyenangkan mengobrol dengannya. Aku menanyakan perihal dirinya, namanya, tempat tinggalnya dan bahkan sempat bertukan alamat e-mail dan nomer Hp.

Saat ngobrol aku selalu memperhatikan gerak geriknya. "Sangat menarik" menurutku. Saat berbicara, senyumnya tak pernah lepas dari bibir mungilnya. Sesekali tangannya ditepukkannya ke pahaku saat aku menceritakan hal-hal yang mungkin lucu buatnya.

Tanpa sadar telah dua jam kami berdua mengobrol kesana kemari. Beberapa saat kemudian gadis itu berdiri kemudian menyalamiku dan berucap, "Om.. lain kali ketemu lagi yah..! aku pamit dulu. Gadis itupun beranjak pergi meninggalkanku. Aku hanya memperhatikan langkahnya yang gemulai meninggalkanku sendiri. Selang beberapa saat gadis itu kembali menghampiriku.  Aku lalu berdiri menyambutnya dengan senyum. Gadis itu kemudian berucap.

"Om... pasti dak kenal saya?!!.
"Emang kamu kenal aku yah...? tanyaku penuh selidik.
"iyya.. kan saya ponakannya Om....!. jawabnya santai sambil berlalu menghapiri ayahnya yang ternyata telah menunggunya di pintu.

Kulihat ayahnya melambaikan tangan ke arahku sambil tersenyum.

Terima kasih sayang.... ucapku dalam hati. Besok akan kutanyakan perihal tangisanmu.