This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Download Film dengan JCopia 1893/07/04

Apakah anda punya hobby nonton atau mendengar musik, dan anda harus  men-download video dan audio dari flash pemain di situs internet seperti Youtube, Google Video, MySpace, DailyMotion, Metacafe, Break, atau dari situs blog teman-teman Anda dengan konten audio dan video tertanam dan sebagainya? Terkadang kita kerepotan bukan?
Ada software
JCopia yang dapat digunakan untuk mendowload flash video / audio / streaming dari situs apapun untuk Anda dan dapat disimpan dengan mudah dalam hardisk komputer sebagai file. Sambil online dan menonton JCopia sekaligus akan menyimpan klip / musik / film ke komputer Anda.
JCopia mendeteksi dan mulai men-download klip, video, musik, streaming radio, streaming video, Flash game atau presentasi yang dimainkan di browser Anda. Buktikan sendiri deh untuk memiliki koleksi musik dan video dengan JCopia sekarang!
Ini adalah alat yang sangat nyaman untuk koleksi video dan file audio pada disk.
untuk mendowload
Download dan instal JCopia 1893/07/04 silahkan klik disini.
Untuk keteranga lebih lengkap tentang
JCopia 1893/07/04: silahkan klik disini
Dowload flash video dan audio dari situs web ke komputer Anda Sekarang
Thaks...semoga bermanfaat.

Kompotensi Guru Profesional

Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas, yang terjadi pada diri sendiri siswa maupun yang berhubungan dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan.  Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan anak.
Seorang siswa yang tekun belajar dengan penuh konsentrasi tentunya ingin agar pelajaran tersebut dapat dikuasainya.  Dengan penguasaan pelajaran yang baik itu membawa siswa berprestasi tinggi. Untuk itu guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengajar dengan peng gunaan metode yang tepat dan sebaik-baiknya. Roestiyah (2001) menyatakan bahwa guru dalam mendidik anak didiknya mempunyai beberapa tugas di antaranya:
1.      Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian kecakapan, dan pengalaman-pengalaman.
2.      Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai dengan cita-cita dan dasar Negara kita Pancasila.
3.      Guru hanyalah sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik ke arah
4.      Kedewasaan, pendidik bukan yang mahakuasa, tidak dapat membentuk anak anak menurut sekehendaknya. Anak tetap harus berusaha sendiri menda patkan suatu pengertian/ingsight, sehingga munculnya sebuah perubahan dalam pengetahuan, tingkah laku, dan sikap kepribadiannya.  
5.      Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.
6.      Guru sebagai administrator dan manajerial.
7.      Guru sebagai perencana dan pelaksana kurikulum
Guru sebagai informatory, dalam hal ini guru dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain sejumlah bahan  pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum. Informasi yang baik dan efektif diperlukan dari guru. Kesalahgan informasi adalagh racun bagi anak didik. Informator yang abaik adalah guru yang mengerti apa yang menjadi kebutuhan anak didik dan mengabdi untuk anak didik.
Guru sebagai inisiator, peran guru pada bidang ini harus menpu menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran. Proses interaksi edukatif yang ada sekarang harus diperbaiki sesuai perkem bangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan. Kompete nsi guru harus diperbaiki, keterampilan penggunaan media pendi dikan dan pengajar an harus diperbaharui sesuai kemajuan  media komunikasi dan informasi abad ini.
Guru sebagai mediator,  guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pema haman serta keterampilan yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya, baik media material maupun non material. Media berfungsi sebagai alat bantu untuk mengefektifkan proses inter akasi edukatif, sehingga tujuan dapat tercapai dengan maksimal.
Guru sebagai pengelola kelas, hendaknya   dapat mngelola kelas dengan baik dan benar, karena kelas adalah wadah menghimpun semua anak didik dalam menerima materi pelajaran dari berbagai mata pelajaran dari para guru. Sebab kelas yang dapat dikelola dengan baik dan benar akan menunjang jalannya proses pembelajaran yang interaktif. Kelas yang tidak memiliki fasilitas kelas yang tidak memadai akan menggangu jalannya proses pembelajaran sehingga tidak efektif tujuan yang diinginkan.
Dengan memperhatikan uraian diatas, dapat dipahamai betapa besar peran dan tugas guru dalam proses pembelajaran. Hal ini dimulai dari perencanaan program yang muatannya antara lain : perumusan materi, perumusan tujuan,  pemilihan metode yang tepat serta penggunaan media pembelajaran yang benar. Semua ini tidak mudah dimiliki bagi seorang guru tanpa usaha yang maksimal.
Sementara itu, Camman et al. dalam Abustam (1991:5) mengungkapkan beberapa indikator yang diharapkan dapat menuntun kepada pengukuran kualitas kekaryaan guru. Adapun indikator-indikator itu adalah sebagai berikut:
1.      Overal job satisfaction, yaitu adanya kepuasan kerja secara keseluruhan terhadap pekerjaan dapat meningkatkan kualitas kekaryaan.
2.      Intention to turnover, yaitu adanya niat ingin pindah pekerjaan di luar bidang pekerjaan guru
3.      Internal turnover desire, yaitu adanya niat ingin pindah pekerjaan dalam bidang yang sama, misalnya ingin pindah ke sekolah lain.
4.      Self report of effort, yaitu berapa banyak upaya yang dikeluarkan dalam mengajar (mulai mempersiapkan sampai melaksanakan pengajaran itu).
5.      Internal work motivation, yaitu sejauh mana pekerjaan guru itu memberikan upaya sesuatu yang menimbulkan rasa senang (self rewarding).
6.      Overal task quality, yaitu sejauh mana pekerjaan guru itu memberikan makna dan rasa tanggungjawab, sehingga mutu tugas atau pekerjaan menjadi baik.
7.      Pay, yaitu sejauh mana pekerjaan guru itu memberikan gaji yang memuaskan, adil dan dibayar secara wajar.
8.      Job involvement, yaitu sejauh mana guru melihat pekerjaannya sebagai bagian dari dirinya.
9.      Organizational involvement, yaitu sejauh mana guru melihat lembaga pendidikan atau departemen sebagai bagian dari dirinya.
10.  Supervision, yaitu gaya kepemimpinan di sekolah, pengawasan ketat, serba terpimpin atau longgar.
11.  Work group, yaitu kelompok sosial dalam bekerja di sekolah yang memungkinkan mereka dapat membangun kerjasama yang baik.
Selanjutnya indikator lain dikemukakan oleh Davis dalam Abustam (1991:6) yang dapat menjadi tolok ukur kualitas kekaryaan, yaitu:
1.      Productivity, yaitu besarnya rasio antara input dan output. Termasuk pula faktor kepuasan kerja yang mempengaruhi produktivitas kerja guru.
2.      Quality of record, yaitu makin baik kualitas anak didik yang dihasilkan semakin baik kualitas kekaryaan guru tersebut.
3.      Absenteeism & tardiness, yaitu catatan hari tidak masuk kerja, datang terlambat, atau pulang lebih awal. Semakin tinggi angka indikator ini, semakin kurang baik kualitas kekaryaan guru tersebut.
4.      Greivances, yaitu makin banyak keluhan guru kepada atasannya, atau temannya, makin tidak baik kualitas kekaryaannya.
5.      Accident report, yaitu guru yang sering mengalami peristiwa, termasuk bertengkar fisik, dan sebagainya, adalah guru yang kurang baik kualitas kekaryaannya.
6.      Medical report, yaitu makin sering guru sakit, makin rendah kualitas kekaryaannya.
7.      Suggestion, yaitu guru yang memiliki kualitas kekaryaan yang baik karena sering memberikan saran-saran yang berguna bagi kualitas pendidikan
Berdasarkan uraian tersebut, maka seorang guru dapat menigkatkan potensi dan kemampuan dalam menjalankan tugasnya dituntut untuk dapat membuat perencanaan program pembelajaran, melaksanakan program pembelajaran serta mampu untuk menentukan jenis evaluasi yang digunakan.

Guru Profesional (Menguasai Metode dan Terampil Mengajar)

Pengarang : Prof. Dr. H. Buchari Alma, M.Pd. dkk
Penerbitan : Alfabeta, Bandung
Tebal : 169 hal
Terbit 2009
 
Dalam dunia pendidikan, salah satu yang menjadi sentral untuk mencapai tujuan pendidikan Nasional adalah Guru. Sosok guru menjadi sebuah entitas mutlak, hingga dituntut untuk dapat meningkatkan kualitas pribadinya agar dapat melakukan bimbingan dan pengajaran kepada siswa. Guru menjadi agent tidak hanya mentransfer pengetahuan dan keterampilan akan tetapi menjadi agent yang mentransfer sikap dan prilaku. Disamping itu sosok guru dituntut untuk mampu secara profesional dan mandiri untuk menjalankan tugas dan kewajibannya.

Pemerintah dalam upaya untuk meningkatkan potensi dan profesionalisme guru telah UU yang mengusung guru untuk dapat meningkatkan kulitasnya dengan memiliki 8 kopetensi dasar. 8 Kompetensi dasr terseut harus dimiliki oleh guru sehingga dapat memenuhi kriteria profesional. Buku H. Buchari ini dapat menjadi acuan sederhana bagi para praktisi pendidika khususnya guru agar mampu mencetak dan membentuk dirinya menjadi seorang guru profesional. Sayangnya buku ini hanya mengulas secara umum pada hal-hal yang dapat mendukung profesionalisme guru.