This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Hati membisu, bathin merana, pikiran melayang

sajakmu telah memporak=porandakan hati
seperti air bah yang menggulung pepohonan diatas bukit berbatu
menggelindingkan bongkahan-bonkahan yang cadas
melenyapkan padang rumput hijau tiba-tiba
 
rusa bertanduk lancip itu berlarian kesana kemari
tak ada lagi rumput hijau sumber kehidupannya
seperti hati yang kini tak berpaut dengan nuranimu
tiada tempat untuk menghidupkannya lagi

kemana hati hendak bertahta kini
sementara jalan telah engkau tutup rapat dalam sanubarimu
hingga hendusan nafasmu tak lagi menerpa sukmaku
yang kini galau tak tentu arah
aku dalam kesendirian 
bathin merana
hati membisu
pikiran melayang entah kemana?

 

Fasilitas MRC (Madrasah Resources Center)

Fasilitas MRC (Madrasah Resources Center) terdiri dari beberap bagian yaitu:

1. Self Access Materials
Paket ini dirancang khusus dengan berbagai jenis materi, tingkat kesulitan, durasi waktu yang bervariasi, sehingga pengguna dapat memilih sesuai dengan ketertarikan mereka. Dengan memilih belajar dengan cara ini, pengguna akan mengerti seberapa jauh tingkat pemahaman mereka tentang bahasa Inggris secara individu. Selain itu, mereka dapat mengoreksi sendiri letak kesalahannya dan memperbaikinya dengan kunci jawaban yang telah tersedia.
Ada empat paket materi yang ditawarkan, yaitu reading, grammar, listening dan materi pengetahuan umum tentang bahasa, dan tentang kondisi umum negara penutur bahasa Inggris.

2. Computer Language Learning
Komputer khusus untuk belajar bahasa atau yang disebut dengan Computer Assisted Language Learning (CALL) menjadi salah satu pilihan yang disediakan oleh SAC. Pengguna bisa memanfaatkan sarana ini sebagai alternatif pilihan belajar bahasa Inggris yang memberikan kenyamanan dalam hal informasi. Kita bisa meng-update informasi terbaru seputar Bahasa Inggris dan perkembangannya, karena pada tiap komputer telah disediakan software pendukung proses searching tersebut, seperti Microsoft Encharta, Oxford Learners Dictionary, Linguist, dll

3. TV dan Video Player
SAC dilengkapi dengan TV beserta Headset plus DVD player beserta koleksi berbagai kategori bahasa, baik yang bersifat hiburan maupun materi ajar. Pengguna dapat menikmati suguhan film-film menarik koleksi SAC. Diharapkan dengan suguhan ini para penikmat bahasa dapat dengan mudah mempelajari bagaimana pengekspresian bahasa Inggris yang sesungguh melalui kegiatan ini.

4. Reading Corner
Leisure Reading Corner adalah salah satu sudut di ruang SAC yang memungkinkan pengguna untuk duduk santai sambil membaca bacaan ringan, koran dan majalah berbahasa Inggris, cerita pendek serta novel yang telah tersedia, atau brosur-brosur yang berisi informasi-informasi tentang kegiatan yang dapat membantu pengasaan bahasa Inggris. Diharapkan dengan adanya reading corner ini bisa memberikan kemudahan kepada para pengguna, tanpa terikat waktu dan formalitas

 5. Listening Corner
Listening Corner, satu pojok SAC yang digunakan untuk belajar listening. Dengan 4 Listening Both yang dilengkapi dengan headphone dan berbagai judul kaset bahasa Inggris, diharapkan, pengguna selain dapat dengan santainya mendengarkan berbagai macam materi-materi listening, sekaligus juga bisa mendengarkan musik-musik dalam bahasa Inggris. Hal ini bertujuan agar penguasaan pengguna dalam hal listening menjadi semakin terlatih dan terbiasa sehingga tidak merasa asing dengan bahasa Inggris.

saat engkau kulahirkan

melihatmu sekarang
mengingatkanku pada kenangan
saat jiwa dan raga kugadaikan 
lalu engkaupun lahir dalam dunia yang sama denganku

sungguh pada wajahmu yang bercahaya
terpancar kesucian yang mempesona
dengan pundak tegak kami
meski beban telah menghimpitmu

wahai anak anak zaman
tegarlah menghadapi warisan pertiwi
yang tak sesuai dengana keinginanmu
dan bahkan menjadikanmu sungguh sungguh harus berjihad


Madrasah Resouces Center

Madrsah REsources Center Dalam era global ini, setiap insan akademik dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan informasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masing-masing individu diharuskan selalu mengadaptasikan  kemampuan dirinya dengan perkembangan yang ada. Proses itu tidak selalu dapat dipenuhi dengan belajar yang secara formal dijalani oleh masing-masing individu. Dalam banyak segi, peningkatan kualitas diri harus dilaksanakan secara mandiri. Salah satu pengembangan kemampuan yang sangat diperlukan dalan dunia akademik adalah peningkatan kemampuan berbahasa asing.
Untuk mengakomodasi kebutuhan belajar secara individu dan mandiri tersebut, sudah selayaknya Warga Sekolah dan Masyarakat di lingkungan Madrasah diberikan prioritas untuk mendapat fasilitas Madrsah REsources Center yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangannya. Dalam konteks inilah Madrasah merealisasikan komitmennya untuk membantu mewujudkan tujuan pengembangan kemampuan akademik siswa dengan menyediakan unit penunjang yang didesain untuk memenuhi desakan kebutuhan pembelajaran mandiri, Madrasah Resources Center.
Madrasah Resources Center (MRC) adalah salah satu Unit Penunjang Akademik yang ada Madrasah yang berada di bawah naungan Unit Perpustakaan. Unit ini didirikan pada tahun 2010 dengan dasar kenyataan bahwa autonomous learners (pembelajar mandiri) merupakan tuntutan di era global ini. Paradigma baru learner centered menempatkan seorang guru bukan sebagai informasi tunggal bagi pembelajar, namun guru adalah fasilitator yang akan memberdayakan potensi-potensi pembelajar agar memiliki kemampuan menjadikan lingkungan di sekitarnya sebagai sarana belajar. MRC akan memfasilitasi usaha tersebut dan membantu seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kemampuan akademik utamanya yang menyangkut kebahasaan secara mandiri.
MRC mengemban tanggung jawab pengembangan akademik: 
(a)  Menunjang pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi,
(b) Menunjang guru dalam menyediakan materi, metodologi, dan lembar kerja,
(c) Menyediakan konselor bahasa Arab dan Inggris,
(d) Menyediakan literatur bagi semua kelas dalam bentuk CD, VCD, dan kaset,
(e) Menyediakan fasilitas bagi remediasi siswa,
(f)  Menunjang kegiatan follow-up program intensif bahasa Arab dan Inggris.
(g) Menunjang pengembangan strategi belajar mandiri siswa. 
Sentra pembelajaran mandiri ini menitik-beratkan pada peningkatan kemampuan berbahasa, baik secara reseptif maupun produktif, yang ditunjang oleh fasilitas multimedia baik elektronik maupun non-elektronik prioritas awalnya. Untuk jangka panjang, pengembangan sarana belajar madiri akan disediakan sehingga learning community yang sehat dapat direalisasikan. Untuk memperdalam kompetensi berbahasa, warga sekolah dapat mengakses koleksi CD, kaset, video, program komputer, dll. Selain media yang tersedia, Madrsah REsources Center juga melayani kesulitan yang dihadapi dalam proses pembelajaran melalui jasa konsultan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia.       
Saat ini Madrsah REsources Center berupaya terus menerus untuk mengedepankan pengembangan unit ini melalui perbaikan dan penambahan fasilitas Madrsah REsources Center , merencakana untuk peningkatan kuantitas dan kualitas kegiatan, seperti melengkapi software pendukung, bedah buku, workshop, dan program apresiasi film dwi mingguan disamping memberikan pelayanan harian bagi para penggunanya. Selain berperan secara integratif dengan perpustakaan Madrasah, Madrsah REsources Center juga berupaya menjajagi kerjasama dengan lembaga lain yang relevan, agar dapat memberi yang terbaik proses pembelajaran dan pengembangan diri warga sekolah (Siswa, Guru dan Staf).

Discussion Stage Of “Jigsaw Viewing“ In Listening

This is the the stage  when the students have the opportunity to find out what the other groups have been listening to, eventhough they were in different activities. The students can be grouped for discussion in variety  of ways. If you have a large class it maybe best to divide the students in to two or three discussion groups. If you have a small class you may either keep them together as one discussion group or divide then into three or six, made up of one or two representatives from each   listening group. If you have a very  weak students make sure that he has the support of another slightly more able student from his own listening group.
Remember that your role is manager, this mean that must resist the temptation to correct or interrupt the students. In order to take the students attention away from yourself, asked each discussion group to sit in circle. 2.Remember that your role is manager, this mean that must resist the temptation to correct or interrupt the students. In order to take the students attention away from yourself, asked each discussion group to sit in circle. You can hear whats going on but the students  can forget your presence.
Sometimes the students may not understand each other clearly. It is an important oral skill for a student to learn  how to rephrase what has said in order to make himself intelligible. All often in the classroom the teacher acts as the interpreter between students. Jigsaw listening is designed to give students  opportunity  to practice communicating with each other without the teacher help.
The discussion stage section on the worksheet will help the students to know to  start talking to each other and what questions they can ask each other.
When the students have finished their discussion they may wish to do all the activities. This useful listening to the familiar extracts provide further practice in guided listening.
      The technique    of jigsaw listening can be used at all levels of language learning.  It is concluded that listening through video  largely influences in the oral language tasks to be learned by the students and jigsaw-viewing technique more interactively than sound only.
        Elementary; intermediate or advanced. Sometimes the same material maybe useful for the students at different levels. For example : upper intermediate or advance students will find the listening through video quite easy to understand ant they will complete the listening stage of the lesson very quickly. During the discussion stage the students will communicate at more sophisticated level then intermediate students. But like them will enjoy calling on their linguistic resources to agree or disagree with each other, to interrupt, to express doubt, to ask another students to express  himself more clearly.

The Main Concept Of “Jigsaw Viewing“ In Listening

Jigsaw listening is the term popularized by Marion Geddes and Gill Sturtridge  to describe an acitivity in which different students get different  information from different passages which they then have to share in order to perform some kinds of task in other words three students may each listen to a taped  conversation.   The conversation, they  listen to is different, in each case this giving each student  a different     piece  of the jigsaw. The students then join together. In many ways the idea is similar to the using of video. In this way, we let half the class , watch without sound and the other half hear without picture. They can then compare notes and built a complete picture of what happened  before watching the video with both picture and sound.
A variation of this is for half the  students to sit with their  backs to screen while video is being shown. When the first half then watch the video  they can see how accurately it has been described to them.

Some Hints and Suggestion For Making Jigsaw Listening

  1. The material is designed  so that the teacher need not to be the instructor of the class  but can become the leader of the class.
  2. As instructor the teacher provides a model for the students to copy and to correct them when they make mistakes.
  3. The teacher is manager and must resist the temptation to interrupt and to correct.
  4. The material is designed to give students the opportunity to communicate.
  5. When the English teacher present their video as a media  in teaching listening, they must be sure that the film based on the students level and related to educational value

The Stage of Presentation

Divide the class in to two or three groups.
Tell the students that each group is going to do a different activities. One group will be going to listen
Ask the students to look at the worksheet. Make sure that they understand what is written on the worksheet.
If your students are in lower intermediate class put the names of the speaker on the blackboard.
Tell the students that when they have finished listening they should check their worksheet with the other members of their group.

Using “Jigsaw Viewing“ Technique In Learning

Marshall  Mcluhan, a controversial observer of the media scene has said that many students actuallay interrupt their education while they are in school. How could this be? Mcluhan suggest that since todays children live in a world of electronic communication media, they can get more information from the mass communication media than by sitting and listening to a teacher  talk.
           A key problem in motivating students  arise from the fact  that many of  them  see little relationship between  what  call  on to do in school   and the world they  see  outside school. That world a highly visual one. Students become accustomed even before they  begin  to  expertly designed visual a message of many  kinds.
         The true value of educational efforts must be judged by the  qualities and quantities of learning effects not simply by the numbers of hours, of  classwork or the pedigrees or earnestness of teachers.  And it is by these some criteria that anything  purporting to be called  “ educational technolgy”
It can help to bridge the gap between the world outside and the world inside the school. Through television, film  and  other new media a curriculum can be made dynamic.
         It is clearly that using electronic system as a media in teaching English will encourage students to learn.  And this will not focus on one skill but also others such as reading, speaking, and listening. The  
Electronic system that is normally  use in teaching  listening is the tape recorder. There is a good reason for this; there is no limit to variety of the voices that tape can contain, besides tapes are small and modern cassette players are easily portable.
         As Brown and Yule (1983) suggest, four cluster of factors which can effect the difficulty of oral language task they relate to the speaker ( how many there are , how quickly they speak and   what   types of accent they have); the listener ( the role of the listener whether the participant eavesdropper, the level of response required the individual interest). Support ( whether there are pictures, diagram or other visual to support the text)  the content ( grammar, vocabulary, information structure, background knowledge assumed).
        Coakley and  Wolvin point out in the review of  research on listening in the native language that is much as 93% of the total meaning of message can be based on such visual cues as the speakers facial expression, posture, gesture and appearance.
        In    fact pictures, diagram and other visual aids largely influence in the oral language tasks to be learned  by the students. And we know that there are many  words in English which have the same sound but different meaning such as bean; been, whether; weather and so on. In this case visual aids are likely needed to support the text. Based on the fact above, I am interested to use video with a combination of sound and picture as a media to teach listening.
      And that is one idea to make listening comprehension more motivated and more succesfull,e specially where there are difficulties. The major advantage is that students can see people speaking and can have a visual context for what is being said.
       Jigsaw is communicative, in a sense that students can communicate to each other as the result of what they have heard and seen.

Strategi Pembangunan Bidang Sosial budaya

 Pembangunan bidang sosial budaya  merupakan hal yang tidak mudah, karena terkait dnegan  persoalan filsafat hidup bangsa, pandangan hidup masyarakat, persepsi, cara berfikir, sistem nilai dan orientasi pada masyarakat. Sasaran dari pembangunan bidang sosial budaya adalah  membangun negara bangsa  sehingga menjadi negara modern  tanpa kehilangan jati dirinya. Dalam meyusun strategi pembangunan bidang sosial budaya, aspek yang perlu menjadi perhatian adalah (1). Bahasa, (2) adat istiadat, (3) persepsi tetang kekuasaan, (4) hubungan dengan alam, (5) locus of sistem, (6) pandangan tetnang wanita, dan (7) Sistem keluarga besar.

Pembangunan aspek tersebut karena berorientasi pada masyarakat maka harus dikategorisasikan dalam tiga kelompok Golongan masyarakat yaitu golongan tradisional, golongan modernis dan golongan ambivalen. Golongan masyarakat ynag tradisional cenderung menolak modernisasi karena menganggap bahwa modernisasi lebih dekat pada proses “westernisasi”,  berorientasi masa lalu dan tingkat pendidikan yang masih rendah. Golongan modernis adalah golongan yang telah medapatkan pendidikan , terutama pendidikan tinggi, memiliki wawasan luas, dan berorientasi masa depan. Sedangkan Golongan ambivalen berorientasi masa sekarang, dan tidak mau bertanggung jawab dan mengambil resiko dari modernisasi.

Strategi yang dapat ditempuh untuk melakukan pembangunan sosial budaya adalah dengan pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya. Yang dimaksudkan dalam pendidikan yang seluas-luasnya adalah  segala upaya yang dilakukan demi terwujudnya  masyarakat modern yang didambakan. Artinya bahwa proses pendidikan  dapat bersifat formal, informal dan non formal

Marga dalam masyarakat Cina

Sistem Marga dalam masyarakat Cina dikembangkan didaerah propinsi bagian Tenggara seperti Fukien, Kwantung, Kuangsi dan Kiansi. Hal ini dapat diketahui karena banyaknya pedesaan baikdi Cina Selatan maupun utara dimana hampir semua orang mempunyai nama keluarga yang sama. Nama-nama keluarga di Cina sekitar 500 buah nama. Akan tetapi tidak menjadi jaminan bahwa semua yang mempunyai nama keluarga yang sama akan saling mengenal dan mudah melakukan hubungan. Akan tetapi jika telah mengetahui bahwa mereka mempunyai nama keluarga yang sama maka mereka tidak boleh menikah dan  dan harus saling membantu satu sama lain.
 
Suatu desa secara kuatitatif akan mempunyai istri dari nama keluarga yang berbeda dan rata-rata dari keluarga yang dekat dengan daerah mereka. Pada saat kematian anggota marga akan memberikan sumbangan  dana upacara , termasuk bebrbagai macam aktivitas marga menjadi tanggung jawab marga yang bersangkutan. Seperti bertanggung jawab pada bidang pendidikan, mengawasi pelanggaran hukum dan sebagainya.
 
Sifat yang muncul juga adalah nepotisme yang tinggi karena mendahulukan anggota marga tertentu. Akan tetapi dalam hal urusan rumah tanggga, marga tidak boleh turut campur  terhadap anggotanya. Kepentingan marga terletak diluar keluarga.
 
Inti marga Cina hampir mendekati bentuk ideal, jaringan simetris sanak kedukaan atau tingkatan kedukaan yaitu orang yang terpenting  untuk kepentingan berduka cita yaitu:
  1. turunan seorang laki-laki yang langsung dari buyutmnya
  2. Keturunan seorang laki-laki samappi pada cicitnya
  3. Sanak keturunan 4 tingkatan dari orang tersebut pada generasinya 3 dari ayah  dan anaklaki-laki, dua dari kakek dan cucunya dan satu dari buyut dan cicitnya.

Sistem Kepercayaan Tradisional Lingkungan Appasareng Kec. Liliriaja Kab. Soppeng

Lingkungan Appasareng merupakan salah satu lingkungan yang ada di kelurahan Jennae. Dalam sejarah kehidupan  masyarakat, lingkungan Appasareng merupakan suku bugis dan penganut agama islam  yang taat menjalankan syariat agama Islam. Namun seringkali anggota masyarakatnya masih menampilkan pola hidup tradisional berkenaan dengan upacara iisiasi dan upacara adat. Seperti pada saat mendirikan rumah atau turuh kesawah
 
Jenis Upacara tersebut diatas bukan hanya menyangkut kehidupan sosial, ekonomi dan tradisi budaya akan tetapi jauh lebih luas lagi yaitu pemahaman keagamaan dan sistem kepercayaan tradisional. Praktek ini bertindak dari suatu asumsi dasar bahwa sejak zaman dahulu masyarakat bugis telah mengenal sistem kepercayaan. Antara lain adanya makhluk halus, kekuatan sakti dan arwah orang mati yang menguasai kehidupan mereka. Dalam usaha menanggulangi bala bencana yang timbbul dalam kekuatan tersebut, maka masyarakat meyakini  dan berhubungan dengan alam semesta guna menghindari  dampak yang ditimbulkannya
Dalam  Ilmu antropologi diakui bahwa manusia sadar akan adanya suatu alam dunia yang tidak nampak, yang ada diluar batas akal manusia. Dunia adalah dunia ghaib yang tak nampak. Dunia ghaib didiami oleh berbagai makhluk dan kekauatan ghaib yang tidak dapat dikuasai olehmanusia dengan cara biasa. Oleh karena itu, pada dasarnua ditakuti oleh manusia (Koentjara ningrat, 1977)

Dilingkungan Appasareng budaya tradisional yang dijadikan sebagai ritual disebut sebagai attoriolong  (warisan budaya leluhur) seperti kepercayaan terhadap roh leluhur yang disebut  dewata seuwaE/patotoE Dewa Tungal), percaya terhadap roh leluhur yang disebut tau lao, percaya terhadap tempat yang angker (onrong makare’) percaya terhadap benda-benda sakral yang difahami sebagai anu malebbi
Dari praktek kepercayaan tradisional di ata sebagai bentuk kebudayaan masyarakat hanyala merupakan hasil cipta manusia itulah sebabanya, sistem kepercayaan tradsiional biasanya dikategorikan sebagai bagian integral dari kebudayaan. Praktek seperti ini juga secara lambat laun mengalami perubahan sosial budaya ketika islam telah masuk ke Sulawesi Selatan (Mattulada, 1926). Setelah itu dimulailah proses sosialisasi dan enkulturasi Islam kedalam peradabamn Bugis yang disebut pangngadereng dimana syariat Islam dijadikan sebagai salah satu unsunya (Abdullah [ed], 1983) Isi dari pangngadereng; pertama ade, kedua rapang, ketiga; wari’; keempat bicara dan kelima dalah sara.

Di dalam latoa (kumpulan aturan kerajaan adat Bone) yang disusun setelah orangn Sulawesi Selatan mengenal Agama Islam, didalamnya termuat tentatng perwujudan nilai-nilai dan kaidah sosial budaya termasuk istilah pangadereng (Zainal, 1982)
Walaupun Masayrakat Sulawesi Selatan  pada umumnya sudah memeluk agama Islam pada khsuusnya di lingkungan appasareng juga sudah meyakinii islam sebagai agamanya, akn tetapi berbagai hal dalam tingkah laku dan tata nilai pra Islam masih berlanjut. Dapat dikatakan bahwa tingkah laku tersebut medapat legitimasi dari penguasa dan adat istiadat yang diakui oleh pangadereng. Sepeti pada masalah keturunan yang mengatur pelapisan masyarakt atau strata sosial  yan ditentukan oleh Wuri atau pandangan suci (sakral, makare) Bugis), pemujaan terhadap benda-benda pusaka yang kesemuanya ini pada hakekatnya bertentangan dengan syariat Islam (Abdullah, 1983)

Dari realitas tersebut terdapat banyak ketidak sesuaian atau pertentangan antara adat istiadat yang berlaku di masayrakat dengan aturan atau ajaran Islam yang sesungguhnya. Akan tetapi sejak awal telah dilakukakan penyesuaian-penyesuaian terhadap perbedaan tersebut agar tidak ada kecenderungan terjadinya konflik atau pertentangan yang nyata antara adat istiadat dengan hukum Agama yang mereka fahami.
Sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi secara perlahan adat kebiasaan atau kepercayaan tradisional yang mereka anut mulai mengalami kemerosotan.
Selain kemerosotan tersebut dipengaruhi oleh perubahan pandangan dan pola fikir, juga disebabakan oleh karena semakin dlamnya kajian pengetahuan dan pengalaman keagamaan mereka. Hal ini sejalan dengna pandangan Samlawi bahwa trasidi adalah merupakan keyakinan dan adat istiadat yang tuirun temurun dari genrasi satu kegenerasi berikutnya.
Disis lain kebudayaan adalahmerupakan cara hidup yang dikembangkan  oleh sebuah mayarakat guna memnuhi keperluan dasarnya untuk dapat bertahan hidup, meneruskan keturunan dan mengatur pengalaman sosialnya. Hal tersebut seperti cara tingkah laku dan kegiatan lainnya yang berkembang dalam pergaulan manusia (Warren dan Rolland, 1984).
Dari asumsi tersebut di atas, secara total perubahan terhadap kepercayaan tradisional memeang tidak sepeuhnya bisa berobah, akan tetapi bagi manusia sebagai pelaksana budaya sudah ada yang membuang atau mengikis sedikit demi sedikit. Hal ini juga sejalan sdengan pendapat bahwa masyarakat tertentu dalam waktu tertentu lebih banyak menyisihkan bagian kebudayaan ketimbang menambahnya, mengakibatkan terjadinya pengikisan kebudayaan (Rolland, 1984)

Pada masyarakat di Appasaren Kabupaten Soppeng sudah terdapat beberapa kelompok masyarakat yang ternyata secara perlahan telah melakukan pengikisan terhadap kepercayaan dan budaya nenek moyangnya. Hal ini dipengaruhi oleh kedalaman ajaran agama yang difahaminya.

Sehubungan dengan ajaran agama, diharapkan bisa semakin cepat memberikan perubahan sosial budaya, utama pola kepercayaan tradisional seprti attoriolong (percaya terhadap hal-hal yang angker, roh jahat, barang sakti dan lain-lain) Selama masyarakat eksis terhadap tradisi irrasional yang berkaitan dengan kepercayaan pada hal-hal tersebut, akan menjaidkan masyarka ttersebut tidak mengalami perkembangan. Hal inilah menjadi alasan perlunya diungkap persolan perubahan sosial masyarakat yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh ajaran agama yang di anutnya.

Hening dalam Tafakkur

saat malam baru saja dijemput pagi 
aku larut dalam sepi 
semua suara hilang tertelah malam
dan desiran angin takkudengar lagi

hening lalu membawaku tafakkur
lalu menghisab jiwa dan raga dihadapan Tuhan
mengaku tentang dosa dan kebiadaban diri
hingga tunduk dan sujud ketanah


Tak ingin rasanya bangkit dan berdiri tegak
sebelum nurani yakin semua telah tersucikan
Meski fajar telah mengusir malam
tetap sujud mengharap Ridho dan Ampunan

Marga dalam Masyarakat Jepang

Bangsa Jepang sama halnya dengan bangsa-bangsa lain pada umumnya tidak hidup dalam rumah tangga yang diperluas. Mereka rata-rata hidup dalam raumah tangga inti. Orang Jepang termasuk  keluarga  pangkal dimana satu orang mewarisi  jabatan pimpinan keluarga untuk seturusnya pada keturunannya. Anak tertua biasanya  menjadi wali bagi garis keturunan dan bertanggung jawab memelihara nama baik dan kehormatan keluarga.

Jika keadaan ekonomi memungkinkan seorang adik laki-laki  mungkin saja membentuk cabang  atau garis keluarga junior. Akan tetapi kedua keluaga itu masih menjadi mata rantai dari  keluarga dan tidak terputus dan bukan dari masrga yang memiliki banyak sanak saudara. Tetapi di daerah pedesaan  dan diatara lapisan kelas atas di kota-kota  suatu garis keturunan senior  dapat bergabung dengan garis keturunan yunior membentuk suatu “Dozoku”. Dalam setiap Dozoku terdapat satu “honke” atau cabang senior.

Suatu keluarga di Jepang tidak hanya  berada pada dimana keluarga itu tinggal ataupun suatu kumpulan anggota yang hidup. Rumah tangga lebih merupakan tempat berkumpulnya seluruh sejarah  keturunan keluarga itu penghormatan kepada anggota-anggotanya yang telah meninggal dan menjaga dan memelihara peninggalan tetua.
Seorang istri tidak dicantumkan dalam daftar keluarga sebelum dia melahirkan anak dan lebih menyukai anak laki-laki. Karena itu kelurga junior bukan semata-mata  kelompok sanak akan tetapi menjadi penyengga  kehormatan keluarga dan membagi tanggung jawab tersebut bersama dengan cabang seniornya.

Masyarakt Jepang memang feodal dan hubungan feodal  seperti pelindung yang diluindungi tuan dan hamba, meluas pula dalam keluarga “Sanak Ritual (ritual kin) memberi tenaga dan kesetiaan mereka kepada keluaga inti dalam dozoku dan sebagi balasan  menerima jaminan ekonomi dan badaniah. Didalam dunia modern ini dozoku masih merupakan faktor penting  diatara beberapa keluarga Jepang yang menguasai gabungan usaha komersil dan industri

ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA TOPIK PECAHAN PADA KELAS IV MI DDI PINRANG BARAT

ABSTRAK

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang betujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika topik pecahan yang meliputi: (1) kemampuan menuliskan aspek yang diketahui, (2) kemampuan menuliskan aspek yang ditanyakan, (3) kemampuan membuat model matematika, (4) kemampuan menyelesaikan model matematika, dan (4) kemampuan menjawab pertanyaan soal. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV MI DDI Pinrang Barat tahun pelajaran 2007/2008 yang berjumlah 23 siswa. Instrument yang digunakan adalah kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika topik pecahan dalam bentuk soal cerita yang terdiri dari 5 butir soal. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil statistik deskriptif dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kemampuan menentukan aspek yang diketahui tergolong tinggi, dengan skor rata-rata 12,4 dari skor maksimal 15 atau tingkat penguasaan 65% - 84% dan standar deviasi 3,32. (2) Kemampuan menentukan aspek yang ditanyakan tergolong tinggi dengan skor rata-rata 8 dari skor dari skor maksimal 10 atau tingkat penguasaan 65% - 84% dan standar deviasi 2,41. (3) Kemampuan membuat model matematika tergolong sedang, dengan skor rata-rata 12,43 dari skor maksimal 20 atau tingkat penguasaan 55% - 64% dan standar deviasi 5,59. (4) Kemampuan menyelesaikan model matematika tergolong sedang, dengan skor rata-rata 17,34 dari skor maksimal 30 atau tingkat penguasaan 55% - 64% dan standar deviasi 9,67. (5) Kemampuan menjawab pertanyaan soal tergolong rendah, dengan skor rata-rata 5,43 dari skor maksimal 10 atau tingkat penguasaan 35% - 54% dan standar deviasi 2,53. Secara keseluruhan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika topic pecahan pada kelas IV MI DDI Pinrang Barat yang menjadi populasi dalam penelitian ini tergolong sedang. Hal tersebut dapat dilihat dari skor rata-rata tingkat kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yang mencapai 55,69 atau 68,75% dari skor maksimal yang mungkin dicapai yaitu 81 dengan standar deviasi 21,69.

Kata Kunci: Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita, Pecahan, Deskriptif

Pendidikan Islam dalam Keluarga

Sebagaimana di ketahui bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu dalam masyarakat tapi, pendidikan adalah merupakan tanggung jawab bersama baik orang tua, guru dan seluruh komponen masyarakat. Dalam keluarga  sebagai komponen kelompok primer yang terdiri dari sejumlah kecil orang yang memiliki hubungan tertentu memiliki ikatan emosional khususnya dalam mendidik dan membina anggota keluarga.

Karena ikatan emosional tersebut sehingga keluarga dapat menjadi lembaga yang memegang peranan penting dalam proses sosialisasi anak, dimana dalam suatu keluarga  anak akan memperoleh pelajaran dan pendidikan melalui contoh dan tauladan yang diberikan oleh orang tua semenjak seseorang masih anak-anak sampai menginjak dewasa.

Secara umum pengertian pendidikan keluarga adalah merupakan upaya untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada anak/ anggota keluarga dari ayah dan ibu agar dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pengembangan pribadi anak. Akan tetapi karena terjadinya perubahan drastis terhadap peran dan fungsi keluarga terkadang menjadikan keluarga berfungsi ganda. Pada umumnya di Indonesia, keluarga menjadi peletak dasar pendidikan yang dilakukan oleh orang tua khususnya ibu. Akan tetapi karena perubahan yang terjadi, dimana ibu rumah tangga telah memiliki pekerjaan menyebabkan tanggung jawab tersebut tidak lagi di dominasi oleh ibu rumah tangga, akan tetapi juga oleh kepala rumah tangga.

Keluarga di Indonesia, menurut Umar Tirtaraharja terdiri dari “keluarga yang diperluas yang terdiri dari ayah, ibu, nenek, dan adik ipar, pembantu dan lain-lain“ pada awalnya ibu berpengaruh kuat terhadap pendidikan anak-anaknya,. Akan tetapi sekarang telah mengalami perubahan dimana tanggung jawab tersebut menjadi tanggung jawab seluruh angota keluarga. Perkembangan kebutuhan dan aspirasi individu maupun masyarakat menyebabkan peran keluarga terhadap pendidikan anak-anaknya juga telah mengalami perubahan. Untuk itu selain pendidikan diberikan melalui pendidikan keluarga juga diberikan melalui pendidikan formal dan non formal.

Pendidikan dalam keluarga menurut konsep Islam adalah merupakan hal yang sangat penting. Dalam konsepsi Islam pembentukan identitas anak menurut Islam dimulai jauh sebelum anak dilahirkan. Islam memberikan berbagai wadah dan syarat serta ketentuan  yang berkaitan dengan pembentukan keluarga, pendidikan dalam keluarga, pembinaan agama, budi pekerti, akhlakul karimah dan sebagainya.

Darajat (1994)  mengemukakan bahwa; “keluarga adalah merupakan wadah pertama dan utama bagi pertumbuhan dan pengembangan anak” hal tersebut berarti bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Jika dalam suatu keluarga tercipta harmonisasi dan kerukunan maka anak akan tumbuh secara baik dan harmonis pula. Di antara langkah yang dilakukan untuk menciptakan suasana yang baik dalam keluarga adalah dengan menumbuhkan saling percaya, saling cinta, menghormati dan menghargai sesama anggota keluarga. Selain itu menciptakan demokratisasi dan kebebasan mengeluarkan pendapat diantara anggota keluarga.

Kebebasan BerEkspresi dalam konteks Etika

Peristiwa yang menjadiperhatian umat  Islam sekarang kelihatannya mengarah kepada "pembuatan kembali" Karikatur Nabi Muhammad. Peristiwa ini sesungguhnya sangat terkait dengan Kebebasan berekspresi, kebebasanmengeluarkan pendapat, dan kebebasan Pers. Persoalannya kemudian adalah bahwa dalm konteks kebebasan pers mestikan kemudian menafikan hal-hal yang justru meninggalkan pertentangan antara individu dan kelompok yang justru akan membawa kepada perpecahan dan konflik. Kelihatannya, dunia pers kembali teruji.

Dalam konteks ke Indonesiaan, tentu kebebasan berekspresi telah memiliki acuan hukum yang jelas dimana dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.Dari pasal ini memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada setiap warga negara untuk memiliki, mengolah dan menyimpan serta menyebarkan informasi apapun.

akan tetapi menjadi naif jika UU kebebasan tersebut tidak dibungkus dengan Etika. Dalam Etika Pers misalnya tegas-tegas disebutkan bahwa dalam jurnalisme terdapat beberapa etika yang harus dipatuhi yaitu akurasi, keadilan, kerahasiaan, privasi. Nah dalam konteks berita tentang dari Media Prancis tentang publikasi Karikatur Nabi Muhammad sesungguhnya telah melanggar Etika Privasi Umat Islam.


Dalam beberapa tahun terakhir ini, memang kebebasan ini telah mendapat respon yang negatif dan berlebihan. Saat ini informasi yang disajikan oleh media telah berubah menjadi komoditi dan mimetisme. Berkat media,budaya baru telah terbentuk dan masyarakat telah berubah karenanya. Mengatasi keseimbangan antara tugas membimbing masyarakat lewat program-program yang disuguhkan kepada masyarakat dan pemenuhan tugas sebagai alat produksi ekonomi. Media pun membangun image sebagai kebutuhan masyarakat dan juga pencapai kebutuhan ekonomi baginya. Yang menjadi masalah yaitu sikap dari masyarakat yang tidak menunjukkan adanya perlawanan atas bentuk program yang ditawarkan oleh media sehingga media perlu membawa etika dan menerapkan dampak di dalam masyarakat yang harus dilindungi dan mengurangi adanya penyalahgunaan dari dampak negatif media itu sendiri.(http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_dan_etika_media_komunikasi)

Padahal dalam konsep dasar etika disebutkan bahwa sesungguhnya Etika adalah pedoman atau aturan moral untuk situasi-situasi dimana media memiliki efek negatif dan hukum tidak bisa menjaga tingkah laku. Etika adalah peraturan moral yang menuntun tingkah laku seseorang. Etika tentu sangat terkait dengan aturan moral yang didalamnya memuat tentang tidak diperkenankannya seseorang atau kelompok dalam menunaikan hak dan memperoleh kewajibannya lalu menginjank-injak dan melanggar hak-hak kelompok atau pribadi tertentu.Yah tentu termasuk di dalamnya adalah penodaan Agama.




Karikatur Nabi Muhammad di Francis Memicu Reaksi Umat Islam

Kantor rdaksi Carlie Hebdo dibakar dengan menggunakan bom molotov. Pimpinan redaksinya lalu serta merta mengecam dan menuding kelompok-kelompok separatis Islam sebagai pelakunya, sementara belum ada penyelidikan berkaitan dengan kejadian tersebut. Tuduhan tersebut hanya didasarkan pada terbitan majalah tersebut yang menamilkan karikatur Nabi Muhammad saw, yang diangapanya menjadi pemicu kelompok Islam yang tidak paham tentang agama mereka sendiri. Padahal menurutnya karikatur tersebut merupakan gambaran sederhana tentang keinginan pemberlakuan syariat Islam di Libya sepeningal diktator Muammar Khaddafi.

Seperti diberitakan di Tempo interaktif bahwa pernyataan Perdana menteri Fillon bahwa disinilah letak kebebasan berekspresi di negara Francis, sesungguhnya perlu mendapat respon positif, bahwa kebebasan berekspresi juga sangat dihargai dalam dunia Islam tetapi sepanjang tidak memiliki imbas negatif atau melanggar hak pribadi atau kelompok teretentu. Siapapun boleh berekspresi tetatpi jangan melnggar privasi orang lain. Bagaimana jika si Fillon saya buatkan karikatur dalam keadaan telanjang smabil menegak minuman keras ditambah dikelilingi wanita cantik. Bagaimana Fillon bisa menerima hal tersebut.

Disamping itu pernyataan pimpinan redaksi tentang keinginan positifnya untuk menyebarkan informasintentang penegakan syariat Islam memang benar, persoalannya adalah, penyebaran informasi itu tidak oerlu dengan menampilkan karikatur Muhammad. yang dalam dunia Islam merupakan hal yang sangat dilarang.

Saya kira raksi umat Islam menjadi sangat wajar, karena merasa hak hak privasi dalam beragama sudah dilanggar. 

Tanah Haram Tempatku bersujud

ada wajah suci bercahaya
tunduk khusyu pada kebenaran
iman telah terpatri dalam dada
tak henti menunggu ridho-Nya

air mata perlahan menetes membasahi bumi
isak tangis pilu menegakkan bulu kuduk
ketakutan menyergap hingga badan gemetar
menunggu ampunan dari-Nya

tak ada jabatan besertanya
tak juga harta menyelimutinya
hanya selembar kain ihram putih
menyelimuti tubuhnya

Bibir terbata-bata mengucap Asma Allah
berkumandang silih berganti
Menyambut panggilan Allah
di Tanah Haram tempatku bersujud

Allahumma labbaik
Labbaika Laa Syariikalaka Labbaik
Innal Hamda, wa Ni'mata Laka Wal Mulk
Kusambut panggilan-Mu yaa Allah.

Dalam harap aku bertemu
dan menyatu dengan-Mu

by Uak Sena on Friday,
October 28, 2011 at 2:35pm

POD (Pendidikan Orang Dewasa)

Malcolm Knowles dalam publikasinya yang berjudul "The Adult Learner, A Neglected Species" mengungkapkan teori belajar yang tepat bagi orang dewasa. Sejak saat itulah istilah "Andragogi" makin diperbincangkan oleh berbagai kalangan khususnya para ahli pendidikan.

Andragogi berasal dari bahasa Yunani kuno "aner", dengan akar kata andr- yang berarti laki-laki, bukan anak laki-laki atau orang dewasa, dan agogos yang berarti membimbing atau membina. Disamping itu, ada istilah lain yang sering dipergunakan sebagai perbandingan adalah "pedagogi", yang ditarik dari kata "paid" artinya anak dan "agogos" artinya membimbing atau memimpin. Maka dengan demikian secara harafiah "pedagogi" berarti seni atau pengetahuan membimbing atau memimpin atau mengajar anak.

Karena pengertian pedagogi adalah seni atau pengetahuan membimbing atau mengajar anak maka apabila menggunakan istilah pedagogi untuk kegiatan pelatihan bagi orang dewasa jelas tidak tepat, karena mengandung makna yang bertentangan. Pada awalnya, bahkan hingga sekarang, banyak praktek proses belajar dalam suatu pelatihan yang ditujukan kepada orang dewasa, yang seharusnya bersifat andragogis, dilakukan dengan cara-cara yang pedagogis. Dalam hal ini prinsip-prinsip dan asumsi yang berlaku bagi pendidikan anak dianggap dapat diberlakukan bagi kegiatan pelatihan bagi orang dewasa.

Dengan demikian maka kalau ditarik pengertiannya sejalan dengan pedagogi, maka andragogi secara harafiah dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengajar orang dewasa. Namun karena orang dewasa sebagai individu yang sudah mandiri dan mampu mengarahkan dirinya sendiri, maka dalam andragogi yang terpenting dalam proses interaksi belajar adalah kegiatan belajar mandiri yang bertumpu kepada warga belajar itu sendiri dan bukan merupakan kegiatan seorang guru mengajarkan sesuatu (Learner Centered Training / Teaching)

Pembauran ditengah Pluralitas etnis di Indonesia

Dari hal tersebut diatas tidak terbantahkan lagi bahwa proses pembauran terjadi secara berangsur-angsur dan kontinyu. namun demikian satu hak tidak sdapat dipungkiri bahwa latar belakang histori  dalam hal ini politik penjajah sendiri telah mempersipakan sikap-sikap anti etnik Cina di indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi masayarakat pribumi jika akan melakukan pembauran dengan etnik tersebut, demikian pula sebalknya bagi etnik cina mengalami kendala tersedirti dalam proses pembaurannya dengan penduduk pribumi.

Pada tahun 1911 di Solo didirikan Syarikat Islam sebagai wadah atau perkumpulan para pedagang pribumi  memeiliki sasaran tertentu yan antara lain adalah untuk menggantikan posisi perantara hubungan perdagangan antara penduduk pribumi dengan bangsa Eropa yang selama berabad-abad dipegang oleh etnik Cina. Syarikat Islam bergerak dalam seluruh lapisan masyarakat  yang secara khusus bertujuan untuk  memeberantas semua penghinaan  yag ditujukan  terhadap rakyat pribumi , memberikan perlawanan  terhadap penindasan yang diklakukan oleh kelompok pedagan Eropa dan etnik Cina  yang bersdiri diatas kesombongan Rasial, membasmi kecurangan-kecurangan  dan penidasan-penindasan dari pihak anubtenar bumi putera dan eropa. Selain itu Gerakan Syariat Islam juga memberi reaaksi terhadap  rencanan Keristeing politik dari pihak kaum Zendiq (Sartono, Marwati, Nugroho, 1975: 187-188).

Mejadi wajar jika Syarikat Islam mendapat dukungan yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat yang terendah, karena merekalah yang menjadi  alas kaki dari golongan-golongan yang hendak  di berantas. Di Jawa Barat pernah terjadi benturan fisik antara masyarakat pribumi dan masyarakat  Cina. Peritiwa tersebut bermula di ITB.  Terjadinya benturan fisik tersebut dilakukan dalam bentuk penghancuran dan pembakaran fasilitas-fasiitas yang dimiliki oleh Etnik Cina berupa pengrusakan tokoh-toko dan Rumah tinggal orang cina. Gerakan rasial anti Cina tersebut  mendapat jawaban dan balasan di beberapa daerah di Indonesia seperti peristiwa di Tegal, Sumedang,  Bogor, Tasik Malaya, Garut, Sukabumi, Surabaya, Cianjur dan Jogyakarta.

Kerusuhan yang terjadi yang berlatar belakang anti ras tertentu dari golongan pribumi sesungguhnya lebih banyak disebabakan oleh karena adanya batasan psikologis dalam bersosialisasi dan bermasyarakat, sebagai akibat dari strata sosial dan ekonomi yang jauh berbeda. Kelompok Etnik Cina cenderung diterima sebagai kelompok yang sombong, angkuh, memamerkan harta kekayaan terhadap orang pribumi yang kemudian memicu munculnya kopnflik sosial dan berwujud konflik rasial dan konflik fisik. Jadi secara umu  diketahui bahwa munculnya pertikaian dan komplik antara ras tersebut dikarenakan pergedaan terhadap penguasaan sendi perekonomian. Terdapat kecenderungan etnik cina lebih Kaya dan mamapu dibidang Ekonomi dibandingkan dengan penduduk Pribumi.

Pluralitas RAS di Nusantara

Jika dibicarakan tentang RAS dan diskriminasi di indonesia menjadi hal yang menarik. betapa tidak di indonesia adalah merupakan salah satu negara yang pernah menjadi negara jajahan bangsa asia dan Eropa lainya. Sehingga mau tidak mau ada pengeruh dalam hal pembentukan kasta atau strata sosial di masyarakat. Secara lebih khusus di Indonesia bahwa sejak pembentukan negara Republik Indonesia masalah kependudukan, warga negara sudah menjadi perhatian utama seperti yag tertuang dalam pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Sangat ironis jika jika di negara yang dengan tegas mengatakan bahwa  setiap orang mempunyai kedudukan hak dan kewajiban yang sama  masih sering meledak peristiwa-peristiwa rasial khususnya terhadap golongan minoritas. (misalnya etnis CINA).

Keberadaan etnis Cina di Indonesia adalah karena proses migrasi yang dilatar belakangi oleh hubungan perdagangan antara Cina dan Nusantara yang diawali pada abad ke 8. hubungan perdagangan tersebut kemudian secara perlahan meninggalkan etnis Cina di beberapa pelabuhan-pelabuhan yang lemudian berkembang dengan sangat pesat. Jumlah etnis Cina yang melakukan perdagangan di kawasan Nusantara semakin berkembang dan bertambah jumlahnya. Pertambahan jumlah tersebut selain karena kandungan kekayaan Nusantara yang melimpah sehingga menarik mereka untuk melakukan perdagangan juga lambat laun terjadi perkawinan antara etnis cina dengan penduduk pribumi. Perkawinan yang terjadi antara laki-laki etnis cina dengan waita pribumi kebanyakan hanya dijadikan selir atau istri kedua. Akan tetapi keturunan mereka didik dengan pola kebudayaan wtnis cina.

Orang cina yang tinggal di Nusantara terkenal dengan keuletan dan kerajinan  dan ketekunan mereka  dalam melakukan usaha perdagangan. Mengandalka diri sendir, mempunyai semangat  berusaha yang tinggi serta trampil dan memiliki sifat gotong royong yang tinggi antara sesama golongan etnis mereka. Kualifikasi dan ciri khas yang mereka miliki menjadi modal kuat dan penunjang keberhasilan mereka dalam melakujkan perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya di bumi Nusantara yang kaya akan sumber daya alam.

Sejak abad ke 17- 20, posisi dan kedudukan orang cinia semakin berakar di nusantara, terlebih ketika Belanda juga bermaksud mengadakan hubungan perdagangan dengan Penduduk pribumi. Etnis Cina menjadi perantara hubungan perdagangan antara penduduk pribumi dengan para pedangang dari Negara Belanda yang memiliki areal perdagangan yang jauh lebih luas. Dengan demikian lambat laun etnis Cina jauh lebih menguasai kegiatan ekonomi dan perdaganan di nusantara ddibandingkan dengan penduduk pribumi sendiri. Status sosak etnis Cina pun kemudian menempati posisi yang hampir sederajat dengan kaum bangsawan di belahan Nusantara.

Salah satu daerah yang kaya yang dikuasai oleh etnis Cina adalah Daerah Purbalingga  yang dibeli oleh Hat King Ko seorang kepala perkampungan Cina di Pasuruan  berpangkat Kapten seharga 1. juta ringgit (1 ringgit = 2.50 gulden) Pembayarannya di angsur sebanyak 20 kali dalam jangka waktu 10 tahun. Dengan demikian setiap setengah tahun  ia haus mengangsur 50 ringgit. Hat Kin Ko setelah membeli daerah Purbalingga diangkat menjadi Mayor dan melakukan penindasan dan pemerasan terhadap penduduk pribumi  yang menimbulkan pembrontakan  pada tahun 1813 yang mengakibatkan terbunuhnya Hat King Ko. (Soecjipto, 1981: hal. 4)

Keturunan Orang cina hasil perkawinan dengan Pribbumi (peranakan Cina)  kemudian mengubah namanya dengan nama Jawa lengkap dengan gelar-gelarnya. Pada Tahun 1764 sebenarnya daerah Besuki pernah  diperintah oleh  Muslim (Mohammedannsche Chineesch) yang dalam sumber-sumber Belanda sering disebut  “Beschoren Chinesch” atau “Cina cukuran, atau cina yang dipotong”, bernama Han Cin Sing yang mengambil nama Jawa Ngabehi Surapernala. Sekitar tahun 1767 daerah Besuki dan Pamanukan oleh Kompeni disewakan lagi kepada orang cina lain.

Dari hal tersebut di atas dapat diketahui  mengapa terkadang orang pribumi  mengambil sikap ekstrim  terhadap kelompok etnis Cina. Melalaui perdagangan jauh sebelum orang Eropa datang  etnis Cina sudah datang ke Indonesia dan bahkan menguasai sendi-sendi perekonomian bangsa.

SARA (Suku, Agama dan Ras)

Sara adalah merupakan singkatan dari Suku agama dan Ras antar Golongan. Ketiga hal tersebut adalah merupakan issu penting jika dikaitakan dengan peristiwa pertentangan dan konflik dalam masyarakat. Dalam suatutatanan sosial masyarakat perbedaan antara suku ras dan Agama sangatlah majemuk dan beragam. keberangaman tersebut sesungguhnya menjadi salah satu kekayaan tersendiri yag dimiliki oleh negara Republik Indonesia.

Disis lain isu Sara terkadang mendatangkan damapk negatif dan bahkan berdampak pada terjadinya pertentangan dan konflik yng berkepanjangan yang justru merugikan dan bahkan mengahambat laju pembangunan. Secara khusus terdapatnya perbedaan Suku di Indonesia disebabkan oleh karena  indonesia adalahmerupakan negara yang tersdiri dari beberapa pulau yang memiliki karakter masyarakat, kebudayaan, kebiasaan, adat istiadat dan kepercayaan yang berbeda. Kemajemukan tersebut yang menjadi ciri khas dari negara kesatuan Republik Indonesia. Dalam konteks wawasan Nusantara keterpaduan dan persatuan yang terjalin menjadi wawasan nusantara mejadi kebanggaan tersendiri. Di Indonesia terdapat Sukusuku diantaranya Bugis, Makasar, Menado, Jawa, Sunda, Batak dan sebagainya.

Selain kemajemukan suku tersebut dengan karakteristik yang berbeda juga terdapat kemajemukan dan perbedaan kepercayaan yang dianut oleh maisng-masing kelompok atau suku tertentu. Di indonesia terdapat lima Macam Agama yang diakui diantaranya Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu dan Bundha, dan terdapat beberapa jenis aliran kepercayaan yang dapat dijalankan oleh pemeluknya di Negara Republik Indonesia.

Disampin g memiliki dampak positif dari kemajemukan tersebut, disisi lain sesungguhnya sangat rentan untuk terjadi konflik pertentangan antara suku, Agama dan ras. Komplik tersebut harus di eliminir seminimal mungkin agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. akan tetapi dari keberagaman

tersebut sejarah telah membuktikanbahwa telah terjadi pertentangan dan konflik yang berkepanjangan yang dilatar belakangi oleh isu sara.

Di Indonesia konflik yag terjadi lebih didominasi oleh latar belakang RAS. Rasialisme yang terjadi di indonesia sesunguhnya adalah merupakan konflik yang terjadi yang selama ini terpendam dan tidak bergejolak sebagai akibat dari kebijakan pemerintah Orde Baru dan Orde lama. Pertentangan dan konflik RAS di Indonesia terjadi antara kelompok pribumi dengan kelompok minoritas Etnnis Cina.

RAS sesungguhnya adalah merupakan perbedan yang muncul sebagai akibat dari perbedaan ciri-ciri khas dari kelompok tertentu. “Race is natural group of men displaying a particulary set of comon hereadity physical characteristic” (H.E. Vallois) bahwa atas dasar kekahasan ciri-ciri fisik ini, timbul doktrin yang mengajarkan dan kemudian dipropagandakan bahwa tipe-tipe fisik tertentu yang akan melahirkan kebudayaan, dengan kata lain perbedaan kebudayaan muncul  karena didasarkan pada ciri-ciri  khas jasmani  yang terikat pada kelompok-kelompok mausia tertentu.

Pandangan semacam ini timbul pada masa negara-negara di Eropa mengadakan ekspansi politik dan penjajahan keseluruh dunia. Dengan dasar gagasan ini pula orang Eropa merasa berkepentingan dan memiliki kewajiban moral untuk “membela kepentingan” orang-orang  diluar Eropa. Sehubungan dengan gagasan rasial ini, dikenal nama-nama Count Arthur de Gobinead dan Houston Steward Chamberlain.

Untuk mempertahankan kaum  aristokrat terhadap ronrongan liberalisme dan demokrasi yang muncul di Eropa pada abad ke 19 De Gobineau mengatakan bahwa kaum aristokrat berasal dari keturunan yang lebih tinggi dengan warna darah yang tiodak sama seperti yang mengalir dalam tubuh orang kebanyakan atau orang awam. Karena itu mereka harus dipertahankan  untuk menjalankan fungsi mereka yaitu memerintah  dan menciptakan kebudayaan.

Golongan Aristokrat dikatakan berasal dari keturunan Arya, sebagai kasta tertinggi. Rasisme yang diekembangkan  oleh De Gobineau dan Chamberlain kemudian muncul dalam bentuk ekstrim  seperti anti semitisme yang dalam masa jayanya Hitler dan National Sozialistische Partei (NAZI) telah menghabiskan nyawa  jutaan orang  Yahudi dalam kamp-kamp konsentrasi di Jerman beberpa Dasawarsa yang telah lampau. Dengan latar belakang yang sama politik aparteid dikembangkan serta dipertahankan secara brutal di Afrika Selatan hingga kini.

Dapat dikemukakan berbagai faktor yang menjadi pendoorong terjadinya pertentangan rasial ekstrim tersebut. akan tetapi salah satu dari faktor tersebut  adalah disebabkan oleh latar bekang sosial ekonomi. Orang yahudi di Eropa terkenal ulet dalam berusaha. Mereka menguasai bank-bank dan usaha-usaha vital bagi ekonommi di Jerman pada waktu itu. Mereka bukan tergolong warga kelas satu karena bukan dari keturunan darah murni ARIA, walaupun sudah turun temurun bertumpah darah  dan berabak pinak di Jerman. disatu sis penguasaan tingkat ekonomi mereka tidak kemudian menjadi ukuran dalam memnempati strata sosial dimasyarakat Jerman pada Waktuitu. oleh karena pengeuasaan kegiatan Ekonomi berada ditangan Yahudi sementara disisi lain Jerman membutuhkan iaya dan dana yang tidak kecil untukmmebangun negaranya sehingga mereka dengan serta merta berupaya untuk menghancurkan masyarakat Yahudi kemudian merebut harta kekayaan mereka untuk dijadikan penopang dana dalamproses pembangunan negaranya.

SARA (Suku, Agama dan Ras) Dalam Pluralitas Etnik dan Pembauran) 1

Hakikat manusia adalah identik

yang membedakan mereka adalah

adat istiadat

(Konfuctus, 551-478 SM)





A.   Latar Belakang

Beberapa tahun belakangan ini masyarakat sering digelisahkan oleh berbagai tindakan kekerasan berupa perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, benturan rasial antar golongan tertentu. Latar belakangnyapun bervariasi  misalnya kemelaratan,  atau tuntutan ekonomi dan bahkan berlatar belakang kebudayaan seperti “siri” di Makassar. Dalam kesempatan semacam itu, emosi mengusai rasio, tidak diteliti dengan seksama duduk berdirinya persoalan, pokoknya ramai-ramai gayang, hancurkan. Yang berwajib turun tangan, pentolan kerusuhan di tangkap, Pengumuman menyusul, permainanpun selesai. Lahirlah istilah SARA.

Sara adalah merupakan akronim dari  SUKU, AGAMA, RAS antar Golongan. Sara bukanlah sesuatu yang baru, namun tetap aktual dan membutuhkan banyak pemikiran serta dana untuk  mengatasinya. Jika sejarah ditelusuri akan terungkap banyak peristiwa dengan latar belakang SARA, apakah dalam ruang lingkup yang terbatas ataupun luas, karena menyangkut kelompok-kelompok kecil atau besar dan tersebar. Dikatakan aktual karena tak dapat disangkal bahwa dalam negara yang terdiri antara dua samapi tiga kelompok etnik dengan  sekian banyak latar belakang budaya, sosial, ekonomi dan kepentingan yang beraneka ragam warna, sering pula timbul ketegangan dan benturan fisik.

Dari setiap konflik yang timbul dalam konstalasi kenegaran kita di Indonesia,issu sara terkadang sangat mendominasi sebagai kambing hitam yang mentebabkan terjadi konflik berkepanjangan tersebut. Jika sepintas dilihat bahwa sara atau perbedaan Suku Agama dan Ras memangklah sangat rentan untuk dapat menyebabkan timbulnya pertentangan tersebut. Kelompok-kelompok dalam masyarakat kita terbentuk sifak inklusifisme karena perbedaaan suku. Di indonesia misalnya Pluralitas suku-suku penduduk pribumi sangat beragam. Dan keberagaman tersebut terkadang menjadi pemicu terjadinya konflik yang berkepanjangan. Demikin pula dengan perbedaan Agama. Ketidak pahaman pemeluk agama tertentu terhadap ajaran Agama, kedangkalan pemahaman mereka dalam mengamalakan ajaran agama yang juga dapat menjadi pemicu terjadinya pertentangan dan konflik agama.

Dan bahkan yang diklaim benyak mengakibatkan terjadinya konflik didalam kehidupan sosial masyarakat adalah latar belakang RAS. Konflik rasisme tidak hany terjadi di Indonesia akan tetapi hampir diseluruh belahan dunia. Di Amerika misalnya Rasisme masih sangat kental yang sering menimbulkan petentangan dan konflik antara Kulit Putih dan kulit Hitam. Antara kelompok Yahudi dan bahkan di Indonesia adalah Rasisme antara etnik Cina dengan Etnik Pribumi. pertemntangan tersebut sesungguhnya tidak menguntungkan kedua belah pihak akan tetapi justru dapat mennimbukan kerugian dimana-mana.

Sebuah agenda besar dalam sebuah negara Demokrasi untuk mewujudkan toleransi dan rasa kebersamaan ditengah pluralitas etnik dan budaya. Dalam negara Demokrasi semua kelompok dan etnik bersamaan kedudukan hak dan kewajibannya dalam berbangsa dan bernegara. Persolan tersebut sesungguhnya menjadi hal yang sangat penting untuk dicegah apatah agi di Negara Republik indonesia yang memiliki semboyan Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Upaya penyeatuan tersebut harus mendapat perhatian penuh jika ingin mewujudkan demokratisasi diseluruh bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

1 dari 3 tulisan

Kebijakan dalam Pembangunan Berwawasan Lingkungan

A. Kebijaksanaan Pengelolaan Lingkungan

Masyarakat Indonesia secara umum masih dapat dikategorikan lebih akrab dengan lingkungan alamnya dari pada dengan lingkungan tekhnologi (Sorjani, 1987). Kondisi alam masih sangat dominan mempengaruhi kehiduan masyarakat dari pada upaya tekhnologi. Perkembangan tekhnologi dalam pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya  beagi kesejahteraan rakyat dengan tetap memperrhatikan tingkat kelwsstarian lingkungan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk generasi berikutnya.

Penggunaan tekhnologi  dalam uapya pemanfaatan sumber daya alam harulah seksama dan tepat sehingga mutu dan kelestarian  auber daya alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan  untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan.

Dalam pengelolaan lingkungan hidup agar dapat memberikan jaminan terhadap pelestarian dan keseimbangan maka untuk menumbuhkan kemampuan  dalam menangani lingkungan hidup tersebut dimulai dengan membentuk pusat-pusat  study lingkungan hidup, biro kependudukan dan lingkungan hidup. (Rozy Munir, 1987).

Usaha untuk mengembangkan lingkungan hidup, jelas tidak dapat dipisahkan dari proses pembagunan. Hal tersebut dapat dicapai jika  pola kebijkasanana pembangunan tercakup tiga unsur  pokok yaitu pertama kebijaksanaan pembangunan untuk mencapai pertumbuhan material yang meningkat, ketiga

B. Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Pembahasan tentang pembangunan berwawasan lingkungan hidup pada awalnya adalah merupakan suatu study  pengantar pada diskusi  Kursus Analisis Dampak Lingkungan, Pada pusat study Lingkungan Universitas Pdjdjaran bandung pada tanggal 4 September 1982 (Emil, S, 1987). Maksud uraian terebut adalah  memberikan pemahaman tentang  kebijkasanaan, strategi, sistem  pengelolaan lingkungan hidup dengan harapan dapat menghasilkan rumusan dalam rangka penigkatan pengelolaan lingkungan hidup dengan tetap menja\ga keseimbangan  alam lingkungan dalam menunjang pembangunan berwawasan lingkungan.

Dalam pembahasan tentang  pembangunan yang berwawasan lingkungan ada dua aspek penting  yang menjadi perhatian utama yaitu  lingkungan (ecology) dan pembangunan (development). Dari kedua hal tersebut bermakna bahwa  pembangunan berwawasan lingkungan  adalah pembangunan  yang  baik dari titik pandang ekologi atau lingkungan  (ecologically sound development ). Dapat pula diterjemahkan sebagi konsep pembangunan yang ingin menyelaraskan antara aktivitas  ekonomi dan ketersediaan sumber daya alam (natural resources) (Addinul Yakin, 1997). Sedangkan berwawasan lingkungan berarti  adanya mekanisme yang harmonis  dalam hubungan manusia dengan alam.  Dalam konsep pembangunan berwawasan lingkungan  apek keharmonisan dan berkelanjutan  harus sejalan dan terpadu secara utuh  dan menjadi pertimbangan mutlak dalam menentukan kebijksanaan pembangunan.