This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Mengajar dan belajar

MEngajar dan belajar adalah dua kegiatan yang dilakukan oleh gur dan siswa. Guru mengajar dan siswa belajar, akan tetapi efektifitas keduanya jika dapat kedua-duanya aktif secara bersamaan dalam suatu interaksi timbal balik. Nah itulah yang dimaksud dengan belajar mengajar yang efektif.
untuk mewujudkan hal tersebut, guru harus memiliki kemampuan profesional sebagai penanggung jawab kegiatan pembelajaran. Guru yang professional akan bekerja melaksanakan fungsi dan tujuan sekolah, khususnya dan tujuan pendidikan umumnya, sudah barang tentu memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan. Sebagai indicator, guru dinilai mampu secara profesional apabila guru tersebut mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, guru tersebut mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan disekolah, guru tersebut mampu melaksanakan perannya sdalam proses belajar-mengajar di kelas.
Berdasarkan kompotensi dasar yang harus dimiliki oleh guru tersebut maka sesungguhnya guru harus memiliki kompotensi minimal selain sebagai guru, juga sebagai anggota masyarakat dan sekaligus sebagai warga negara yang baik. Akan tetapi kompotensi utama yang harus dimiliki oleh guru adalah  kemampuan guru untuk membelajarkan peserta didik, yang berarti bahwa guru harus memiliki beragam kamampuan dasar untuk dapat membelajarkan anak didik yang dihadapinya.

Salah satu komponen yang turut mempengaruhi keberhasilan guru dalam kegiatan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam memilih dan menetapkan pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan pembelajaran dengan menggunakan prisip pembelajaran aktif kreatif dan menyenangkan (PAKEM). Pembelajaran yang dilakukan dengan model pakem diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran yang diharapkan akan bermuara pada peningkatan prestasi belajar siswa.

Penggunaan metode yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar akan menyebabkan siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajran.  Kegiatan belajar mengajar dituntut agar antara guru dan siswa terjadi interaksi yang efektif. Menurut  Rohani (2004) pengajaran yang ditandai dengan keaktifan guru sementara siswa pasif disebut mengajar, sedangkan jika peserta didik yang aktif tanpa melibatkan keaktifan guru maka disebut belajar. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran perlu ada keaktifan antara guru dengan siswa. Jadi pengajaran adalah merupakan perpaduan aktiitas antara mengajar dan belajar.

Hal tersebut yang menandai perlunya siswa aktif melakukan kegiatan pada saat mengikuti proses belajar mengajar. Jika dalam kegiatan pembelajaran siswa tidak aktif, maka kegiatan pembelajaran tersebut tidak akan berlangsung dengan lancar dan akibatnya siswa tidak mampu mengusai materi yang disampikan guru dalam kegiatan pembeljaran.

Untuk itu perlu dilakukan pendekatan pembelajaran dimana siswa melalui kegiatan pembelajarn dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran menjadi dasar pokok keberhasilan aktivitas  belajar mengajar. Belajar yang berhasil mesti melalui berbagai macam aktivitas  baik aktivitas fisik maupun aktivitas psikis (Rohani, 2004) Konsep tersebut menjadi prinsip dasar belajar yang menganut prinsip aktivitas, dimana kegiatan belajar adalah merupakan suatu bentuk aktivitas  fisik dan psikis seseorang terhadap lingungannya.

Keajaiban penciptaan manusia

Pernahkah kita membayangkan bagaimana manusia diciptakan? Atau pernahkah kita sejenak mepelajari potensi reproduksi manusia?. jika iya.., sadarkah kita bahwa begitu banyak bentuk keajaiban keajaiban yang terjadi yang tanpa sadar kita melewatkannya. Dari proses reproduksi mulai dari tahap pembuahan yaitu bertemunya sel sperma dan ovum saja berbagai begitu banyak bentuk keajaiban yang luar biasa yang tidakdapat ditangkap oleh pancaindera kita. Bagaimana sperma dapat melakukan perjalanan yang begitu panjang hingga dapat dengan tepat membuahi ovum. Dari perjalanan panjang yang melewati tuba fallopi saja jika tidak ada yang mengarahkan, maka pastilah sperma itu akan tersesat dan tak akan berjumpa dengan Ovum.

Keajaiban lain adalah bagaimana sel sperma itu dapat membuahi ovum yang memang siap di buahi. Lalu adakah karena keinginan sperma itu sendiri atau ada yang memperjalankannya, Siapa yang memperjakankan sperma itu untuk sampai ke tempat ovum sementara sperma tidakm emiliki perangkat akal untuk memilih jalan sehingga tidak tersesat. Bagaimana lagi dengan ovum yang dapat dibuahi oleh sperma?. Bagaimana ovum memilih sperma yang datang kepadanya. Sungguh keajaiban luar biasa, dan jika tanpa ada yang mengedaki dan memperjalankannya maka sungguh sperma tidak akan pernah bertemu dengan Ovum. inilah menjadi petunjuk bahwa di balik keajaiban tersebut campur Tangan Allah swt. menjadi mutlak.

Keajaiban lain adalah ketika memasuki fase berikutnya setelah pembuahan, dimana telah berubah bentuk menjadi segumpal daging (Mudghah dan alaqah). Mungkin sulit dipercaya, akan tetapi dalam pertemuan antara sperma dan ovum yang kemudian membentuk sel, dimana sel tersebut akan membelah yang di dalamnya telah mengandung berbagai informasi yang berkaitan dengan jati diri dan potensi biologis manusia, misseperti warna kulit, tinggi badan, rambut, bentuk hidung, kaki, tangan dan bahkan sampai DNA dan golongan darah. Pada prosesnya kemudian sel ini akan membelah dan menjadi masing-masing struktur penyusun komponen biologis manusia. Bagaimana mungkin jika tanpa kekuasaan Allah lalu sebuah sel yang tidak dapat ditangkap dengan mata telanjang dapat memuat informasi yang begitu banyak yang menjadi dasar potensi manusia.

Keajaiban lain adalah bagaimana sebuah sel yang membelah akan membentuk diri menjadi bagian bagian yang berbeda. Sel penyusun plasenta misalnya dan sel penyusun pembentukan embrio yang kemudian berkembang dengan cara berbeda tetapi dari sumber yang sama. Sel penyusun plasenta hanya menjadi alat seperti pipa yang mengantar makanan bagi Embrio atau cabang bayi, sementara sel lain akan bersatu membentuk anggota rubuh, seperti kepala tangan, badan dan kaki. Siapa yang mengarahkan danmenghendaki semua itu jika bukan karena kekuasaan Allah.

Keajaiban paling spektakuler dari penciptaan manusia adalah bagaimana kemudian embrio yang memasuki tahap penyempurnaan bentuk fisik manusia itu memiliki ruh yang menyebabkan manusia itu hidup, siapa yang meniupkannya dan bagaimana cara meniupkannya. Disamping itu jika dia hidup siapa yang merancang tempatnya di dalam rahim sehingga sang cabang bayi itu tidak mati sementara tubuhnya dikelilingi oleh cairan. Sungguh ini menjadi bukti bahwa Allah terlibat secara langsung dalam proses penciptaan manusia. Bukankah Allah menerangkan bahwa:

"Bacalah, bahwa sesunguhnyabAllah menciptakan manusia darinsegumpal darah. Hal ini membuktika sekali lagi bahwa Alqur'an adalah firman Allah yang tidak ada keraguan di dalamnya.
Terinspirasi dari Film Keajaiban Penciptaan Manusia Karya Harun Yahya.

Published with Blogger-droid v2.0.1

Efektifitas pembelajaran Melalui Media Objek Langsung

Efektifitas pembelajaran Melalui Media Objek Langsung akan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Media objek langsung yang dimaksudkan adalah objek yang berada di lingkungan sekitar siswa Penggunaan media obyek langsung dalam kegiatan pembelajaran, berarti siswa dapat belajar melalui lingkungan.  Hal tersebut berarti bahwa guru dapat menjadikan lingkungan sebagai sumber dan media pembelajaran sekaligus. Hal terseut berarti bahwa media obyek langsung, dapat digunakan guru sebagai sumber belajar, sekaligus menjadi media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Karena media tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka media obyek langsung dapat berupa benda hidup maupun benda mati (Rahadi, 2004).
Penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan pengajaran melalui obyek langsung digunakan dengan pendekatan lingkungan dimana kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru menjadikan lingkungan sebagai sumber belajar. Pendekatan ini berasumsi bahwa kegiatan  pembelajaran akan menarik perhatian siswa jika apa yang dipelajarinya diangkat dari lingkungannya. Siswa dapat dengan mudah mengamati benda nyata atau obyek langsung yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Belajar dengan pendekatan lingkungan berarti siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri apa-apa yang ada di lingkungan sekitar (Mulyasa, 2005). Dengan demikian siswa dapat memahami sesuatu secara lengkap karena siswa mengamati secara langsung obyek aslinya. Pengetahuan yang diperoleh siswa melalui pengamatan langsung terhadap objek langsung dan nyata akan lebih lengkap jika dibandingkan dengan penggunaan obyek tidak langsung.
Salah satu contoh jika mempelajari tentang Spesies Kupu-kupu, maka siswa dapat diajak untuk melihat spesies kupu-kupu di tempat penangkaran kupu-kupu, misalnya di Bantimurung yang terkenal dengan The King of Butterfly. Melalui pembelajaran pada obyek langsung, siswa dapat mempelajari keadaan objek secara aktual. Siswa secara langsung dapat mengamati, memperhatikan secara langsung obyek yang sedang dipelajari. Jika siswa mempelajari obyek tentang daun, maka siswa dapat melihat secara langsung daun tersebut. Dengan demikian siswa dapat secara teliti mengamati obyek sesungguhnya dari hal yang sedang dipelajari. Mulyasa (2005) mengutarakan bahwa  beberapa jenis meida obyek langsung yang bersumber dari lingkungan yang dapat didayagunakan untuk kepentingan pembelajaran yaitu lingkungan fisik, alam dan lingkungan buatan. Dengan demikian jika pembelajaran menggunakan media obyek langsung, maka kegiatan pembelajaran tersebut menjadikan lingkungan sebagai media dan sumber belajar. Media obyek langsung tersebut dapat berupa benda hidup atau benda mati yang berada di lingkungan kehidupan siswa.

Interaksi antara manusia dengan lingkungannya

Interaksi antara manusia dengan lingkungannya
Interaksi antara manusia dengan lingkungannya
Interaksi antara manusia dengan lingkungannya

Manusia adalah makhluk hidup oleh karena itu manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam interaksi tersebut terdapat pola interaksi antara manusia dan lingkungannya. Apakah manusia mempengaruhi lingkungannya atau sebaliknya manusia dipengaruhi ooleh lingkungan dan apakah kedua-duanya saling mempengaruhi.

Interaksi antara manusia dengan lingkungannya terjadi dari sejak manusia lahir dan menempati dunia ini. Berbagai teori yang dikemukakan untuk dapat memberikan penjelasan terhadap interaksi tersebut. Diketahui bahwa interasksi antara mansuia dan lingkungannya sangatlah kompleks. Hal ini disebabkan oleh karena banyaknya karakteristik yang dimiliki baikmanusia dan lingkungan hidupnya yang secara bagian per bagian atau unsur-unsur akan saling berainteraksi. Hubungan atau interaksi tersebut adalah merupakan interaksi yang saling menguntungkan antara satu dengan lainnya.
Dalam sebuah ekosistem manusia adalah menjadi faktor penentu pada ekosistem tersebut. Sehingga menjadi penting untuk mansuia agar dalam melakukan interaksi tersebut agar dapat melanjutkan kehidupan mansuia dan tetap berorientasi padaupaya melestarikan lingkungan hidupnya.
lingkungan hiduop mansuia terdiri dari lingkungan biotik dan abiotikk. interaksi yang terjadi antara mansuia dan lingkungannya tidak hanya ditentaukan oleh jenis benda hhidup dan benda mati yang ada disekitarnya akan tetapi  juga ditentukan kondisi dan sifat lingkungan tersebut. Disamping itu kelakuan dan tingkat kebuadayaan mansuia sagat menentukan bentuk dan intensitas interaksi antara mansuia dan lingkungannya.

Dalam kesatuan ekosistem kedudukan mansuia adalah merupakan sau kesatuan ekosistem. Kehidupan mansuia tetnulah tidak dapat dipisahkan dari lingkungannhya. Oleh karena itu sama dengan makhluk lain kelangsungan hidup manusia sangat ditentukan oleh kondisi lingkungannya
Interaksi yang terjadi antara manusia dan lingkungan adalah merupakan interaksi yang saling menguntungkan antara manusia sebagai organisme dengan lingkungan.  Dalam interaksi tersebut manusia membutuhkan daya dukung lingkungan demikian pula sebaliknya. Manusia sebagai orgaisme yang hidup pada lingkungan tertentu sangat membutuhkan lingkungan yang memiliki daya dukung yang besar tehadap kelangsungan hidup manusia. Bentuk interaksi tersbut akan menentukan apakah interksi yang terjadi antara manusia sebagai organisme dalam ekosistem tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor-faktor terntentu. Diantara faktor yang mempengaruhi intensitas dan kualitas hubungan yang saling menguntungkan adalah kelakuan dan tingkat kebudayaan manusia.

Teori yang paling populer (meskipun menjadi sebuah pertentangan) adalah teori Evolusi Darwin, yang secara ringkas mengungkapkan bahwa makhluk hidup yang dapat bertahan hidup adalah populasi yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dan diantara populasi tersebut terdapat polulasi yang  menurun dan bahkan punah karena tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya (McNaungton, Larry, 1998, hal. 953). Hal tersebut yang kemudian dikenal dengan seleksi alam dimana makhluk hidup yang tidak terancam punah adalah makhluk hidup yang mampu bertahan terhadap kondisi alam dimana makhluk hidup tersebut tinggal.

Didalam suatu ekosistem tempat hidup manusia adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari unsur-unsur lainya (Soerjani, 1987, hal. 190), sehingga manusia seharusnya tetap menjaga hubungan yang harmonis dengan lingkungan hidupnya, Jika dalam ekosistem tersebut keserasian huhbungan antara manusia dengan lingkan tetap terpelihara, maka kesehteraan manusia akan terjaga dan sebaliknya jika hubungan tersebut terganggu maka  akan terganggu pula kesejahteraan manusia.
Jadi lingkungan hidup manusia dipengaruhi oleh sifat dan kondisi serta kelakuan dari benda hidup dan benda mati tersebut. Misalnya air sebagai salah satu komponen penting lingkungan hidup kita, tidak kemudian kuantitas air yang menjadi penting tepi termasuk didalam nya adalah suhu, derajat keasaman (Ph) dan kejernihan air yang merupakan indikator penting  dalam lingkungan hidup manusia. Pada kondisi tertentu kuantitas air yang rendah jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan kuantitas air yang lebih tinggi. Akan tetapi pada saat lain kuantitas air  yang tinggi dibutuhkan.

Dalam suatu ekosistem manusia dapat dikatakan sebagai organisme yang paling dominan yang dapat menentukan bentuk dan intensitas interaksinya dengan  lingkungan hidupnya Soedjiran, 1989, hal: 167). Di dalam kesatuan ekosistem, kedudukan manusia adalah sebagai bagian dari unsur-unsur lain yang tak mungkin dipisahkan dari lingkungannya. Sehinga peran manusia dalam menjaga pelestarian lingkungan atau ekosistemnya sangat dibutuhkan Manusia harus dapat menjaga keserasian hubungan timbal balik dengan lingkungannya, sehingga keseimbangan ekosistem  tidak terganggu.