This is default featured slide 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

This is default featured slide 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam. blogger theme by BTemplates4u.com.

Studblog Discussion Event 2014 dan Internet Sehat

Studblog Discussion Event 2014 dan Internet Sehat
Studblog discussion event 2014 dan internet sehat  adalah event yang akan digelar oleh komunitas blogger pelajar maros.


Dalam Diam

Puisi Dalam Diam
Dalam Diam
Dalam diam
Ingatan merenggut masa 
Melampaui batas imaji
Saat rindu ingin bersua dengannya

Menelusuri jejak sejarah hidup
Hingga menemukan titik balik 
Antara hitam dan putih
ketika manusia ada di antaranya

Saat langit terang benderang
menyulap dunia menjadi indah
Ketika penghulu manusia bersyair
Menyampaikan wahyu keseantero bumi

Bumi, langit beserta isinya
tunduk dan taat pada kodratnya
Hingga manusia menjadi lupa
Kemana hendak bermuara

Saat itu Tahun 1993

Komnas HAM tahun 1993 menjadi salah satu icon baru dalam perhelatan kenegaraan di Indonesia. Tuntan penegakan HAM muncul menebar pesona tersendiri khususnya bagi kaum “tertindas”. Ada penindasan psikologis yang terjadi di hampir separuh anak bangsa. Aku menjadi bagian dari suasana kala itu. Hingga menyibukkan diri pada organisasi-organisasi kemahasiswa dan organisasi kepemudaan yang tidak “dipelihara” oleh negara. Belum lagi pendidikan yang ingin disamaratakan agar dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat hingga kelompok masyarakat minoritas sekalipun atau dari kelompok masyarakat ekonomi lemah dan sosial. Saat itu tahun 1993. Dan aku masih saja sibuk dengan bangku kuliah, organisasi dan tentu mencari biaya untuk kuliah hingga sedikit tak ramai buku kubaca karena harus membagi banyak waktu untuk banyak kegiatan. 7 Juni 1993 kuingat betul saat semua masih dalam kondisi “terpojok” karena ulah orde baru pikirku kala itu. Meskipun seingatku isue HAM dan segala rentetan pelanggaran yang menyertainya, juga dengan munculnya sosok Baharuddin Lopa kemudian tak lebih keras menarik perhatianku disamping kerja-kerja kuliah yang kujalani. Saat itu aku sudah mulai mengenal IT tanpa HP apalagi Tab dan sejenisnya. Itu loncatan baru pikirku.

Komputer dan kursus. Ada loncatan baru dalam dunia IT saat itu. Masih sangat jelas diingatan bagaimana hiruk pikunya bangsa ingin keluar dari persoalan-persoalan itu, tak membuatku bergeming sedikitpun. Skrip dan tahun 1993, juga beserta Irfan dan seluruh ketokohannya saat itu. Bukan HAM dan Baharuddin Lopa. Tapi Script bertipe html. Kulirik dengan sedikit santai. Dan Irfan tersenyum melihatku. “Untuk apa itu dan bagaimana caranya?” Kurang lebih seperti itu pertanyaan yang kuajukan. “Membuat Garis Vertikal dan horisontal jawabnya” itupun disertai dengan pemberian contoh dengan menuliskan “line”. Sepertinya aku menemukan dunia lain dari seluruh belantara pengetahuan yang telah kumiliki.

Pertama kali dalam bulan yang sama. HAM dan Script. Pilihanku sedikit naif mungkin. Script. Dan mulailah dunia lain yang ketemukan dengan seluruh hiruk pikunya yang membuatku tertarik. Sepertinya yang satu ini kemudian mengalihkan kerja kerja lain yang kugeluti selama ini. Pertama kali nama Blogger mengiang dengan baik dalam memoriku. Aku ingin seperti mereka. Faham skrip, dan bisa buat satu halaman website di internet. Ingin menguasai lebih dalam dan lebih luas. Wuahh….. keluhku tiba-tiba muncul. Sulit luar biasa. Perangkat yang kupunya hanya PC Dekstop dengan spesifikasi tertinggi saat itu. Berbasis Windows 3.1, meskipun beberapa program yang kugunakan menggunakan program under DOS.

Sederhana tapi tetap membantu. Beberapa dari perintah dot di program Word Star membantuku untuk memahami bahasa umum script.html. Sebut saja misalnya utuk membuat karakter “Bold” dengan atau italic dengan dan underline dengan . Semua serba bahasa tak kupahami. Tapi cukup membantu semangat untuk mewujudkan cita-cita yang cukup gila menurut beberapa teman saat itu. Irfan tak lagi kutemukan dan sama sekali tak bisa bertanya kepada seseorang. Bahkan Google tak dapat kujangkau karena mahalnya biaya koneksi internet kala itu.

Selang beberapa waktu bahkan hingga Tahun 1993 saat itu akan berakhir, sepertinya semua usahaku tak membuahkan hasil sama sekali. Satu satunya yang membuatku merasa sangat puas dan bahkan mendapat predikat sangat mumpuni di bidang IT karena aku mampu membuat karakter tertentu bergerak. ternyata lebih dari cukup untuk mengangkat tingkat keahlianku dimata orang awam.

Dan semua bermula dan berakhir di 1993.  Marquee dan HAM sama sekali tak punya hubungan langsung hingga Blogkupun tak pernah usai. Demikian pula Personal Komputer yang kuidam-idamkan sama sekali tak terwujud. Dan Akupun pergi. 

Hujan, TV dan Banjir Lokal di dapur

Hujan sore ini sedikit menghawatirkan. Disamping karena rumah tinggalku berada di daerah rawan banjir lokal (rumahku banjir tapi rumah orang tidak) juga karena suara TV yang kukeraskan juga menyampaikan berita menghawatirkan. Situasi ini memang cukup menyibukkanku, karena harus mengawasi air yang mulai menggenangi sebagian besar lantai dapur dengan tinggi kurang lebih 3cm, juga sangat ingin menonton TV dan sibuk ngamatin persiapan acara Studblog Discussion Event 2014 dan internet Sehat. Al hasil sambil berdiri di pintu pembatas ruang dapur mengawasi air, sementara telinga kupasang sedikit lebih konsen mendengar suara tv, meski juga terganggu oleh suara titik air hujan yang seperti memukul mukul atap rumah.
Waaah... Belum lagi hujan reda, dan itu berarti tinggi air dilantai dapur juga semakin tinggi pun juga berarti suara tv juga semakin tak jelas ternyata betis juga mulai tegang dan sedikit nyeri karena asam urat. Ya Tuhan... Seperti inikah rumitnya memenuhi beragam keinginan keinginan sementara kemampuan diri sangat terbatas. Mengapa tak kupilih saja duduk sambil mengawasi tinggi air dilantai dengan membiarkan tv berceloteh atau sekalian dimatikan saja. Atau kutinggal dan kubiarkan saja air tergenang hingga membasahi semua lantai dapur, kemudian ku duduk dengan mendengarkan serius pemberitaan di tv. Tapi sebenarnya yang kuinginkan sambil mengawasi air agar tidak semakin meluap saja sekaligus menonton tv hingga tidak ketinggalan berita. Rumit memang. Atau inilah hidup dengan oenuh keterbatasan.
Pikiran dan ingatan lalu tertuju pada seorang lelaki setengah baya yang sering kupanggil John. Setiap hari dengan sepeda bututnya berkeliling kompleks tempatku tinggal memunguti sampah. Bagaimana si John menjalani hidupnya yang mungkin tak serumit yang kuhadapi. Bisa jadi John memungut sampah tapi tak punya keinginan untuk nonton tv. Kalaupun iyya, paling juga memungut sampahnya ditunda saja. Ini juga saya bisa tebak karena pernah kulihat John mamoir di sebuah warung sedang asyik nonton tv dan tidak menghiraukan sekelilingnya, membiarkan sampah dipulung pemungut sampah lainnya, bahkan tak menyapaku sedikitpun. Atau sekali waktu kulihat John asyik memungut sampah ditengah tengah teriakan teriakan penonton sepak bola di tv. Sama sekali tak terpengaruh dan tetap saja sibuk mengurusi sampah sampah penonton yang baginya adalah rejeki.
Apa yang berbeda? Mangapa terkadang orang sepertiku sulit menentukan prioritas apa yang harus didahulukan. Mengapa John lebih mampu menjalani setiap prioritasnya. Atau bisa jadi bukan persoalan siapa yang lebih mampu menetukan skala prioritas pekerjaan antaraku dan John. Tapi bisa jadi John tidak lebih serakah dariku. Bisa jadi aku selalu ingin "begini" sambil melakukan "itu", sementara John hanya melakukan "ini", dan melakukan "itu" pada waktu yang lain. Mungkin John lebih paham jika melakukan pekerjaan secara bersamaan tidak akan memperoleh hasil yang baik. Entahlah. Tapi sore ini hujan dan tv masih saja dua hal yang menggangguku.

Kejahatan, Politik dan Google

Pagi dan segelas kopi telah terseruput di salah satu sudut kota bersama terik matahari pagi tanpa hujan. Sajian berita yang telah dikemas apik di koran-koran lokal dan nasional melengkapi sarapan kali ini. Entah disudut mana dari bagian-bagian halam koran ini yang ingin kubaca. "Semuanya sama saja dengan kemaren" pikirku. Berita masih di dominasi oleh berita politik dan kejahatan. Bahkan beberapa sajian beritanya masih juga mengabungkan antara politik, kejahatan an kejahatan politik. Paling tidak itu yang kutangkap dari bebera judul head line koran pagi ini. 

Koran lalu kusisihkan dan kucoba browsing via google.Dari hasil pencarian terhadap empat kata kunci tentang politik, kejahatan, kejahatan politik dan kejahatan politik di Indonesia ditemukan jumlah postingan sebagai berikut:
About Kejahatan politik 5,410,000 results (0.23 seconds)
About Kejahatan 4,720,000 results (0.27 seconds)
About Politik 104,000,000 results (0.20 seconds)
About Kejahatan politik di Indonesia 4,060,000 results (0.25 seconds) 
Sedikit menyeka dahi yang tak berkeringat, menyeruput kopi yang sedikit lebih pahit dari beberapa menit lalu. Kemudian memburu pertanyaan-pertanyaan unik dalam pikiran. Apa makna dari hasil browsing ini. (Berpikir keras). Pada sisi postingan dan penggiat share informasi lewat media internet, sepertinya jumlah orang yang membagi informasi apapun bentuknya dengan menggunakan key word "politik" sangat tinggi dengan jumlah angka 104 juta lebih. Bisa jadi kecederungan orang akan perhatiannya pada politik jauh diatas kebanyakan key word lainnya. Misalnya jika dibandingkan dengan key word "pendidikan" yang hanya mencapai angka About 49,200,000 results (0.25 seconds) atau dengan key word "Agama" hanya 30,900,000 results (0.30 seconds). Apakah fakta google ini menunjukkan bahwa interesting dari masyarakat kita sudah lebih mengedepankan aspek politik sebagai pusat perhatian dibandingka bidang lain seperti penidikan dan agama. Jika menelusur lagi pada keyword lainya seperti "moral"hanya sebanyak 85,700,000 results (0.43 seconds). 

Nafas ngap-ngapan dan ingin rasanya mendeskripsikan lebih jauh tentang banyak hal untuk mencba membandingkan antara bidang lainnya yang terbanyak dan tersedikit disajikan melalui informasi media online. Tapi sepertinya sampel ini (tidak menagnut aturan penarikan sampel seperti seharusnya) sudah memberikan begitu banyak prediksi dan praduga. Pertanyaan semakin banyak dan kekhawatiran tiba tiba muncul. (kopi lupa nehhhh, ini hasil bacaan buku di rumah teman kali itu). Bagaiman tidak dari 5 juta lebih postingan tentang "kejahatan politik" terdapat 4 juta lebih masuk dalam kategori kejahatan politik di Indonesia.

Ah saya tidak paham apa ini benar atau tidak. Tapi yang pasti bisa menjadi acuan sederhanya untuk merubah sesuatu.

Salam

Kesuksesan dan Penderitaan: Refleksi atas Masa Lalu

Kesuksesan dan Penderitaan: Refleksi atas Masa Lalu
Kesuksesan dan Penderitaan: Refleksi atas Masa Lalu
Sepertinya banyak hal yang perlu mendapat perhatian yang lebih berkaitan dengan keadaan atau kondisi masa lalu. Karena ada kecenderungan bahwa setiap kita lebih memperhatikan sesuatu yang berkapasitas besar, tanpa sengaja melupakan hal-hal kecil. Sementara hal besar atau kecil merupakan variabel yang bersama-sama mempengaruhi kehidupan kita. Mungkin menjadi lumrah jika karena seseorang sudah dapat memperoleh kendaraan mewah, lalu melupakan bahwa masih ada kendaraan sederhana dengan harga yang tidak selangit butuh perhatian dan perawatan. Kebanyakan dari kita melupakan bagaimana sulitnya menempuh jarak tertentu dengan angkutan kota ketimbang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Dan bahkan terkadang telah banyak melupakan bagaimana sulitnya menempuh perjalan dengan berjalan kaki setelah kita memanfaatkan kendaraan.
Dalam keadaan ini, sepertinya perenungan atas kenangan-kenangan pahit dan manis masih perlu tetap terjaga dengan baik. Bagimanapun juga semua kenangan yang telah lampau adalah merupakan bahagian penting dari rangkaian sejarah hidup kita (uaksena)
Refleksi atas peristiwa masa lampau akan memberikan kita beragam pelajaran berharga yang tetap akan berlaku dan bermanfaat untuk tetap bertahan dalam menghadapi setiap tantangan hidup, meskipun dia lahir dalam bentukan paradigma baru. Bagaimana menjadikan pengalaman masa lalu sebaai sebuah pelajaran berharga yang tidak boleh kita nafikan sama sekali. Ketika kita sedang menikmati kebahagiaan, hendaklah jangan sesekali melupakan bagaimana penderitaan yang juga pernah kita rasakan sehingga hal ini akan menjadikan kita tidak lupa diri pada saat kita bahagia. Dalam keadaan kenyang hendaklah jangan melupakan saat saat dimana kita merasakan kelaparan, hingga mengajarkan kita untuk senantiasa tidak bersikap berlebih-lebihan. Atau sesekali jangan kita melupakan kematian, jika sekarang kita masih dapat bernafas (hidup) atau minimal menasehati diri dengan kematian.

Alangkah luarbiasanya pengalaman masa lalu kita memberi pelajaran berharga bagaimana menjalani hidup dengan lebih baik. Lalu membentuk tipologi dan karakter kepribadian yang lebih matang dan lebih baik. teringat status teman di Sosmed "Lupakanma saya kan masa laluji" sepertinya sangat sederhana, sedikit nyeleneh, tetapi sebenarnya jika kita ingin mengkajinya secara lebih mendalam hal tersebut tidak seluruhnya benar. Bahwa masa lalu adalah merupakan bagian penting dari keadaan kita sekarang ini.
Kebanyakan orang menganggap penderitaan masa lalu bukan bagian penting dari kesuksesan masa sekarang, padahal kesuksesan masa sekarang turut serta dipengaruhi penderitaan masa lalu (uaksena)
 Jika pun pada akhirnya seseorang merasakan bahwa dirinya telah mencapai kesuksesan (ukurannya mungkin akan berbeda tentang kesuksesan seseorang), maka paling tidak setiap dari kita tidak boleh menganggap bahwa semua pengalaman dan peristiwa buruk diatara sekian banyak peristiwa masa lampau tidak menjadi bagian penting dari kesuksesan yang dicapai masa kini.