Pemilu dan Indonesian Idol 2014

Indonesian Idol 2014
Indonesian Idol 2014
Pemilu dan Indonesia Idol Tahun 2014 sepertinya sudah melekat penjadi Tahun politik. Gelaran Demokrasi ala Republik ini sebentar lagi akan diperankan dan dipertontonkan. Tentu diperankan oleh orang orang yang menjatuhkan pilihannya pada politik praktis, dan dipertontonkan karena banyak diantara sekian juta penduduk Indonesia menjadi penonton saja meskipun mereka menggunakan hak suara atau hak pilihnya pada saat pemilu. Banyak betul peristiwa, kisah yang patut diteladani dan atau tidak diteladani yang bahkan bagi sebagian orag justru menjadi tontonan menarik. Mulai dari pencalonan anggota legislatif sampai pada pencalonan Presiden dan Wakil presiden.

Pemilu 2014
Pemilu 2014
Pemilu kali ini yang jelas bukan Pemilu dan Indonesia idol, bisa jadi menjadi warna terakhir di tahun 2014, dan menuju pada warna dan bentuk baru di 5 tahun berikutnya 2019. Salah seorang pakar Komunikasi politik Indonesia mengajukan usulan untuk melaksanakan pemilu secara serentak, dengan pertimbangan agar menjadi lebih praktis dan irit. Haa... Kata irit ini yang kemudian menjadi pusat perhatian. Artiny bahwa gelaran pemilu kita selalu menghabiskan biaya yang sangat tinggi. Bukan menjadi berita terlupakan bagaimana Prahara Demokrat sebagai Partai Penguasa yang ternyata lambat laun terbongkar berapa anggaran yang dihabiskan untuk menjadi salah satu peserta atau kontestan pemilu. Atau Bagaimana muncul kemudian kecenderungan opini yang terbangun di masyarakat bahwa dana yang digunakan itu sebagian besarnya adalah hasil korupsi.

Gelaran pemilu da tahun 2014 sepertinya tidak menjadi asing lagi fenomena tersebut. Pemilu, Biaya dan pasti di dalam prosesnya terdapat "kong kalikong" yang dibenarkan (atau minimal dipaksakana untuk dianggap benar). Kenapa tiba-tiba teringat gelaran yang sepertinya agak mirip atau jika tidak terlalu naif kita untuk menyamakannya.  Pemilu dan Pemilihan "Indonesia Idol" sama-sama memiliki kontestan, dan sama-sama memiliki panitia pelaksana. Jika di Indonesia Idol Panitian atau Tim Penilai adalah Seluruh Rakyat Indonesia yang menggunakan hak Votenya dengan dipandu oleh tim profesional seperti ahmad dhani, Tantri Kotak, Anang Hermansya dan Titi Dwi Jayati maka Pemilu Legislatif negara kita menunjuk KPU sebagai pelaskana. (Diluar hiruk pikuk KPU Kabupaten Maros yang di duga Mark Up anggaran yah...). Sepertinya ada keinginan untuk melaksanakan pemilu Legislatif kita dan pemilu presiden dan atau pemilu appaun di 2014 ini sama dengan Pemilihan Indonesia Idol. Pemilihan indonesia Idol jauh dari suap dan menyuap, Jauh dari politik uang, jauh dari sengketa suara, jauh dari hiruk pikuk daerah pemilihan, dan bahkan jauh dari produk Baliho dan sejenisnya yang harus menhabiskan anggaran yang luar biasa banyakanya. (Sepertinya memang lebih irit Indonesia Idol deh...).

Antrian Pemilu 2014
Antrian Pemilu 2014
Antrian Indonesia Idol 2014
Antrian Indonesia Idol 2014
ahhh... Pikir sendiri sajalah, bahwa yang pasti ada banyak hal yang harus dibenahi dalam konteks pemilu negara kita untuk menghasilkan seorang pemimpin dan atau wakil rakyat yang memang layak untuk dipercaya, layak untuk dijadikan tempat menggantungkan harapan dan nasib bangsa ini. Seperti Pemilu dan Indonesia Idol yang melahirkan penyanyi yang memang sangat tidak diragukan kemampuannya. Kalo dipikir pikir sih lebih seru ikut antrian Indonesia Idol dari pada antrian Pemilu hahahhaha.

0 comments:

Posting Komentar